AJI Mataram Kecam Intimidasi Pejabat Pemkot
Kamis | 5 April 2018 | 10.22 WIB

Hallo.id, Mataram - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram mengecam intimidasi yang dipertunjukkan oleh salah seorang pejabat Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat kepada wartawan dari koran Harian Suara NTB Muhammad Kasim.

Sikap yang kurang pantas ditunjukkan oleh Kabag Infrastruktur dan Kerja Sama Setda Kota Mataram M Nazarudin Fikri, terjadi pada Rabu (4/4/2018) pagi, ketika Muhammad Kasim mencoba mengkonfirmasi soal rendahnya serapan realisasi fisik dan keuangan Pemkot Mataram pada triwulan pertama.

"Awalnya biasa saja ketika mengkonfrontir data yang saya dapatkan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah," kata Muhammad Kasim.

Namun Nazarudin Fikri menanggapinya dengan kembali mempertanyakan keabsahan data yang didapat pria yang akrab disapa Chem tersebut.

"Anda dapat data dari mana itu," kata Chem, menirukan ucapan Nazarudin Fikri.

"Saya dapat data dari situs website monev LKPP," kata Chem, menanggapi pertanyaan balik dari Nazarudin Fikri.

Mendengar jawaban Chem, Nazarudin Fikri dengan nada keras dan raut wajah yang kurang mengenakkan untuk dipandang, mempersilakan kepada Chem menggunakan data yang dia dapatkan dari website monev LKPP.

"Silakan saja pakai (data LKPP), saya 'no comment'," ujarnya mengikuti jawaban Nazarudin Fikri.

Menanggapi jawabannya, Chem memilih untuk mengakhiri wawancara dan kembali berkumpul dengan rekan wartawan lainnya yang biasa melaksanakan tugas peliputan di Pemkot Mataram.

Tidak lama kemudian, pejabat tersebut keluar dari ruangan rapat Pemkot Mataram dan memanggil Chem dengan nada tinggi.

Chem yang berada tidak jauh dari pandangan Nazarudin Fikri, langsung datang menghampirinya.

"Saya kaget, tiba-tiba ada yang teriak panggil saya," ujarnya.

Ali Ma'sum, wartawan dari koran Harian Radar Lombok yang duduk berkumpul bersama Chem, juga merasa kaget mendengar panggilan untuk rekannya.

"Awalnya saya tidak begitu menanggapi sewaktu Chem menghampiri pejabat itu. Saya baru perhatikan sewaktu bapak itu main tunjuk, seperti mau mukul," ujar Ali.

Atas kejadian itu, Ali bersama Azizam, reporter TVRI Biro NTB, turut menghampiri dan menyaksikan perdebatan yang terjadi antara Chem dengan Nazarudin Fikri. Bahkan keduanya sempat mendengar, merekam dan mendokumentasikan sikap yang dinilai arogan dari seorang pejabat.

"Kamu wartawan bodoh, kamu wartawan banci," kata Nazarudin Fikri yang didengar oleh Ali dan Azizam.

Begitu pula sebaliknya, Chem yang nampaknya tidak terima mendengar perkataan Nazarudin Fikri menjawabnya dengan kalimat yang sama.

"Kamu itu pejabat bodoh, pejabat banci," ujar Chem.

Perdebatan yang cukup memanas itu pun kemudian berhasil diredam ketika Kabag Humas Setda Kota Mataram Lalu Mashun datang melerai dan menenangkan keduanya.

Terkait dengan kejadian ini, Ketua Divisi Advokasi AJI Mataram Haris Mahtul menilai, sikap Nazarudin Fikri sebagai seorang pejabat publik sudah mengarah pada perbuatan intimidasi atas kinerja wartawan.

"Menurut kami, yang bersangkutan masuk kategori menghalang-halangi tugas jurnalis, ancamannya pidana sesuai yang disebutkan dalam pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ancaman hukumannya dua tahun penjara dan denda Rp500 juta," kata Haris, wartawan dari Suara NTB.

Lebih lanjut, pihaknya masih mengkaji langkah advokasi yang dialami salah seorang anggotanya tersebut. Kemungkinan pihaknya akan memberikan ultimatum kepada pimpinannya, Wali Kota Mataram agar menegur Nazarudin Fikri.

Begitu juga disampaikan Ketua AJI Mataram Fitri Rachmawati, kejadian yang dialami salah seorang anggotanya ini harus menjadi pelajaran penting bagi para pejabat publik untuk tidak menunjukkan sikap arogansi dalam menanggapi pertanyaan maupun pemberitaan jurnalis.

Menurutnya, sosok seorang pejabat tidak terlepas dari labelnya sebagai pelayan publik yang harus siap terhadap segala bentuk kritikan.

"Saya menilai tindakan pejabat Pemkot Mataram ini tidak layak dilakukan oleh seorang pelayan rakyat, apalagi upaya konfirmasi dan disiplin verifikasi telah ditunjukkan oleh jurnalis Suara NTB Muhammad Kasim," kata Fitri yang juga reporter Kompas TV Biro NTB tersebut. (dbp)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.