Bawaslu Lampung Segera Copot Baliho Bakal Cagub-Wagub
Jumat | 9 Februari 2018 | 10.19 WIB

Hallo.id, Bandarlampung - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung segera mencopot baliho bakal calon gubernur dan wakil gubernur Lampung yang ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah 2018.

"Kami akan mengambil tindakan dengan menurunkan seluruh baliho bakal calon yang ada di 15 kabupaten dan kota di Lampung," kata Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah, di Bandarlampung, Kamis (8/2/2018).

Ia mengatakan, tindakan itu akan dimulai usai apel bersama pada Senin (12/2/2018) pukul 16.00 WIB bekerjasama dengan pihak kepolisian dan TNI.

Penurunan baliho akan dimulai di wilayah Kota Bandarlampung dan dilakukan secara serentak di 15 kabupaten/kota se-Lampung.

Ia menegaskan, baliho bakal calon gubernur, wakil gubernur, wali kota, wakil wali kota serta bupati yang mencalonkan diri akan ikut diturunkan, sehingga sebelum masa kampanye tidak ada lagi gambar dan alat peraga para bakal calon kepala daerah itu.

"Jika masih ada yang belum menurunkan akan dilakukan penindakan, termasuk ketua partai dan rumah pribadi karena tahapan pilkada belum dimulai," kata dia.

Ia mengimbau, untuk ketua partai tidak melakukan pemasangan baliho, kecuali anggota partainya dipersilakan selama tidak melanggar ketentuan yang berlaku.

Baliho yang dicetak oleh calon kepala daerah harus sesuai dengan ketentuan KPU Provinsi Lampung, mengingat semuanya sudah memiliki kuota masing-masing.

Sebelumnya, Bawaslu Provinsi Lampung memberikan peringatan keras kepada bakal calon gubernur dan wakil gubernur Lampung yang diduga membagikan sembako serta uang tunai kepada saksi serta masyarakat.

"Kami telah memberikan surat teguran keras kepada pasangan yang membagikan uang dan bahan makanan," kata Fatikhatul Khoiriyah.

Ia mengatakan, terguran diberikan agar saat masa kampanye nanti tidak melakukan hal serupa, sebab sampai dengan saat ini Bawaslu tidak bisa melakukan hal yang lebih karena belum penetapan calon gubernur dan wakil gubernur.

Apabila sudah penetapan calon, lanjut dia, maka Bawaslu berhak melakukan penindakan terhadap pasangan calon kepala daerah tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sejauh ini, pihaknya hanya meminta keterangan dari sejumlah pihak yang memergoki tim pemenangan yang membagi-bagikan uang dan baju pasangan calon pemimpin Lampung itu.

"Kami ingin tahu siapa yang membagikan dan penerimanya saja, sebab ini merupakan salah satu potensi politik uang yang bisa saja dilakukan saat masa kampanye," kata dia pula.

Dia menjelaskan, sejauh ini pihaknya hanya memberikan surat peringatan agar bakal calon tidak melakukan hal serupa ketika penetapan calon gubernur dan wakil gubernur telah dilakukan.

Akan tetapi pencatatan tetap dilakukan, agar kemudian hari menjadi peringatan kepada pasangan tersebut, sebab sejauh ini pihaknya menerima laporan bahwa bakal calon banyak yang membagikan kaos dan bahan pokok seperti minyak goreng serta susu.

Bawaslu juga telah mencatat 18 kasus pelanggaran yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN), beberapa kasus di antaranya terdapat di Kota Bandarlampung, Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Selatan.

"Paling banyak terdapat di Bandarlampung ada enam kasus, Lampung Tengah enam kasus, Lampung Selatan satu, dan Lampung Utara satu," katanya lagi.

Ia mengemukakan bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh ASN ini karena calon berasal dari petahana, sehingga seluruhnya harus mengikuti keinginan bakal calon dimaksud. (sub/roy)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.