Dirjen Imigrasi RI, Irjen Pol. Drs. Ronny Franky Sompie, SH, MH. (Ist).
Senin | 9 September 2019 | 8.26 WIB

Hallo.id, Jakarta - Kepala Direktorat Jenderal Imigrasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia, Irjen Polisi Drs. Ronny Franky Sompie, SH, MH menegaskan, pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap mavia pungli di kalangan institusi yang dipimpinnya. 

Pernyataan itu setelah Tim Saber Pungli Polda Jawa Barat menangkap tangan calo pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Bandung, Jumat (6/9/2019) yang lalu.
 
"Saya akan bekerjasama dengan seluruh TIM SABER PUNGLI Polda se Indonesia, agar bisa juga menindak siapa saja yang terlibat dalam kasus ini. Ini adalah kasus kedua, setelah sistem pendaftaran online ini pernah juga diungkap adanya perbuatan serupa oleh sindikat yang tidak bertanggung jawab seperti ini," tegas mantan  Kasatreskrim Polwiltabes Bandung (1998–1999) itu, kepada media ini, Mingg (8/9/2019). 

Menurut putera asal Desa Sukur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara itu, dengan mencuatnya kasus mafia calo pembuatan paspor menggunakan Aplikasi Pendaftaran Antrean Paspor secara Online (APAPO) di Kantor Imigrasi Non TPI Kelas I Bandung, Jawa Barat  sebagaimana terungkap pada  Jumat (30/8/2019) yang lalu. 

"Jadi, sekali lagi, apabila ada pejabat imigrasi yang terlibat kasus ini, semua diserahkan kepada penyidik Polda dibawah koordinasi TIM SABER PUNGLI untuk meneruskan proses penyidikannya sampai ke pengadilan," tegas Irjen Pol Ronny Franky Sompie yang juga pernah menjabat sebagai Kapolda Bali (2015) itu. 

"Tujuannya adalah memberikan efek jera kepada orang-orang yang terlibat sindikat yang memanfaatkan IT dalam sistem pendaftaran paspor online, dimana saat ini masih terus dibangun dan diperbaiki oleh Ditjen Imigrasi," beber putera dari pasangan Gimon Maxmilian Sompie dan Juliana Unggu Dungus kelahiran Surabaya 1961 itu dalam pesan whats app diterima redaksi media ini di Jakarta, Minggu (8/9/2019). 

Saat ditanya, selain menyerahkan oknum pelaku kepada pihak TIM SABER PUNGLI Kepolisian setempat, mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri tahun 2013 itu mengatakan yang jelas ada aturan sanksi internal sebagaimana diterapkan di instansi yang dipimpinnya saat ini. 

"Sementara saya belum bisa berandai-andai soal sindikasi tersebut. Namun saya akan bekerjasama dengan Polri untuk mengungkap, bila ada sindikasinya sesuai dengan aturan yang berlaku. Secara internal akan melalui pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal sebelum diputuskan sanksinya," tutup Dirjen Imigrasi RI, Ronny Franky Sompie yang juga mantan Kabag Kerjasama Luar SDM Polri (2005 – 2006) itu. (dom)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.