Bima Arya Ditagih Janji Dua Atlet Kempo Asal Bogor
Selasa | 22 Agustus 2017 | 13.10 WIB

Hallo.id, Bogor - Dua orang atlet Kempo asli asal Kota Bogor menagih janji Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Pasalnya, Bima pernah menjanjikan pekerjaan kepada dua orang atlet tersebut pada 2014 silam namun hingga kini hanya isapan jempol belaka.

Dua orang atlet itu, Haggies Mugara Afdallah, warga Jalan Sukamulya, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, dan Rohmat, warga Gang Kelor, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat. 

Mereka mengadukan nasibnya ke Persaudaraan Kempo Indonesia (Perkemi) Cabang Bogor. Keduanya datang didampingi oleh pengurus Porkemi, Vera, ke gedung DPRD untuk menemui Sekretaris Perkemi Kota Bogor yang juga Ketua Fraksi DPRD Golkar, Eka Wardhana.

Dalam pengaduannya, kedua atlet itu menyampaikan bahwa sampai saat ini mereka belum mendapatkan pekerjaan sesuai janji dari Pemerintah Kota Bogor dan janji Wali Kota Bogor Bima Arya.

"Kami berdua pernah dijanjikan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya bahwa selesai Porda tahun 2014 lalu akan diberi pekerjaan. Tetapi sampai saat ini janji itu belum juga direalisasikan," ungkap Haggies dan Rohmat. 

Jadi setelah beres Porda lalu ditanyakan kembali dan diminta untuk menyerahkan Curiculum Vitae (CV). Tetapi sampai saat ini tidak ada kabar apapun dari Wali Kota atau Pemkot Bogor.

"Saat itu Wali Kota Bima Arya menjanjikan akan memasukkan bekerja di BUMD milik Pemkot Bogor di antaranya di PDAM, PDPPJ dan PDJT. Kami sampai saat ini belum mendapatkan kabar apapun dari Pemkot maupun Wali Kota," ujarnya.

Dua orang atldt Kota Bogor tersebut sudah beberapa kali meraih prestasi, diantaranya, pada Sea Games Myanmar tahun 2013 mendapatkan emas, pada Porda 2014 di Bekasi meraih medali emas, pada Kejuaraan dunia di Jepang 2013 meraih emas. Ketika PON 2016 di Jawa Barat meraih emas, dan terbaru adalah pada Kejuaraan dunia Kempo tahun 2017 di Amerika meraih perak. 

"Uang kandeudeuh hasil jerih payah di kejuaraan PON 2016 lalu, sampai saat ini juga belum cair. Kami tidak mendapatkan apa-apa, padahal uang kandeudeuh itu sudah dijanjikan, tetapi belum diberikan. Waktu berangkat ke Amerika untuk mengikuti kejuaraan dunia tahun 2017 kemarin, sama sekali tidak diberikan uang saku oleh Pemkot Bogor, sehingga kami bertanding ke sana menggunakan uang sendiri dan dari Porkemi," jelasnya.

Sekretaris Porkemi Kota Bogor, Eka Wardhana, meminta kepada Pemkot Bogor untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada warga Kota Bogor yang berprestasi untuk diberikan kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan. Pemkot Bogor dinilainya telah mengabaikan kewajibannya dalam memperhatikan atlet-atlet berprestasi, seperti terhadap dua atlet kempo tersebut.

"Berikan kepastian agar mereka para atlet berprestasi itu mendapatkan pekerjaan yang layak. Jadi harus ada kebijakan langsung dari Wali Kota Bogor dalam menangani masalah ini. Kasihan, mereka warga Kota Bogor berprestasi, tetapi tidak mendapat perhatian apapun," tegas Eka.

Politisi Golkar ini menambahkan, dengan adanya masalah ini, kemungkinan masih banyak atlet-atlet lainnya di Kota Bogor yang juga sama tidak mendapatkan perhatian atau hanya diberikan harapan harapan tanpa realisasi.

"Semua tergantung kepada Wali Kota, karena kebijakan adanya di sana. Kami berharap Pemkot Bogor atau Walikota segera bertindak dan secepatnya menangani masalah ini dengan menempatkan atlet- atlet berprestasi ini mendapatkan pekerjaan. Soal uang kandeudeuh, kami minta segera diberikan, jangan sampai terus menerus menjadi polemik," pungkasnya. (cep)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.