Koordinator juru bicara badan pemenangan nasional pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Jumat | 12 Oktober 2018 | 15.19 WIB

Hallo.id, Jakarta - Koordinator Juru Bicara Koalisi Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai kritik calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang menyebutkan Indonesia sedang menjalankan sistem ekonomi kebodohan karena kondisi ekonomi Indonesia yang sudah mengkhawatirkan.

Hal itu menurut dia terlihat dari penguasaan sumber-sumber ekonomi strategis oleh asing menyebabkan kita tidak berdaulat sebagai bangsa.

BACA JUGA : Dahnil : Ratna Sarumpaet Pernah Temui Djoko Santoso Minta Bantuan

"Pasal 33 UUD 1945 sudah tidak lagi menjadi 'ruh ekonomi' Indonesia," kata Dahnil di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Dia mencontohkan kepemilikan asing yang berlebihan terhadap pengelolaan sumberdaya alam Indonesia, sektor keuangan/perbankan yang dikuasai perusahaan asing, telekomunikasi, bahkan ekonomi digital melalui daring pun mulai dikuasai perusahaan asing.

Karena itu menurut dia, Indonesia kehilangan kedaulatan ekonomi karena cabang-cabang ekonomi yang penting bagi negara tidak kita kuasai. 

"Kepemimpinan kita saat ini pelit bicara kedaulatan ekonomi, apalagi mengimplementasikannya," ujarnya.

Dahnil mengkritik dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seharusnya mampu menjadi pertahanan ekonomi Indonesia mendorong akselerasi pembangunan tanpa mengganggu sektor swasta.

Namun dia menyayangkan bahwa BUMN selama ini menjadi "sapi perahan" untuk kepentingan kelompok politik tertentu, sehingga tidak maksimal menjadi pertahanan ekonomi domestik Indonesia.

"Karena itu, mengapa Prabowo selalu memberikan perhatian bagaimana ekonomi kita bisa kembali kepada kiblat ekonomi konstitusional indonesia yakni berkiblat pada ruh Pasal 33 UUD 1945," katanya. (ibl)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.