Deschamps Putar Otak Optimalkan Gemilangnya Mbappe
Kamis | 5 Juli 2018 | 14.50 WIB

Hallo.id, Rusia - Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, tengah memutar otak untuk mengoptimalkan penyerang muda Kylian Mbappe yang sejauh ini tampil gemilang bagi negaranya di putaran final Piala Dunia 2018.

Deschamps ingin memastikan Mbappe menerima banyak umpan demi menembus pertahanan solid yang dimiliki lawan mereka di perempat final Piala Dunia 2018, Uruguay, dalam alga yang akan berlangsung di Stadion Nizhny Novgorod, Nizhny Novgorod, Rusia, Jumat (6/7/2018).

Gemilangnya penampilan Mbappe di Rusia sejauh ini sudah memancing komparasi talenta belia berusia 19 tahun itu dengan legenda Brazil, Pele, bahkan disebut-sebut bakal menjadi faktor X bagi kesuksesan Prancis di Piala Dunia 2018.

Prancis kemungkinan akan mendapat keuntungan besar dalam upaya melewati Uruguay jika bisa mengulangi lancarnya arus umpan bagi Mbappe yang memiliki bekal kecepatan luar biasa dan penyelesaian tajam, sebagaimana di laga putaran 16 besar melawan Argentina yang berbuah dua gol demi menyokong kemenangan 4-3.

"Saya tidak bisa mengeluh bahwa saya memiliki pemain yang dapat mengambil beberapa posisi ofensif," kata Deschamps awal tahun ini.

"Tapi saya bisa memastikan bahwa mereka akan digunakan dalam posisi terbaik mereka," ujarnya menambahkan.

Sementara banyak pandit bersikeras Mbappe paling baik digunakan dalam peran sebagai penyerang tengah klasik, Deschamps kemungkinan justru akan memainkannya di sisi kanan serangan pada Jumat (7/6) berdampingan dengan Olivier Giroud di tengah dan Antoine Griezmann di kiri sebagai trio penyerang.

Baca juga: Ketika Griezmann harus mengesampingkan cinta terhadap Uruguay

Baca juga: Prancis berkekuatan penuh hadapi Uruguay

Prancis membutuhkan semua bakat menyerang yang dapat mereka kumpulkan, karena hal itu bisa meruntuhkan barisan pertahanan Uruguay seperti halnya kapal penumbuk yang meruntuhkan es yang menutup jalur pelayaran.

Pasalnya, Uruguay memiliki catatan impresif dalam urusan bertahan, yang tanpa kebobolan di enam dari tujuh pertandingan sebelumnya dengan duet palang pintu Atletico Madrid, Diego Godin dan Jose Gimenez, sebagai penopang dinding utama.

Uruguay, di atas kertas begitu mudah ditebak skema permainannya, yakni bertahan sekuat mungkin dan ketika mendapatkan bola segera kirim kepada Edinson Cavani dan/atau Luis Suarez, lalu biarkan keduanya berkreasi dan bekerja sama demi menjebol gawang lawan.

Hanya saja, skema standar Uruguay itu terancam terganggu, jika Cavani --yang harus meninggalkan lapangan akibat cedera betis setelah mencetak dua gol kemenangan 2-1 atas Portugal di putaran 16 besar-- tidak cukup pulih dan harus absen saat melawan Prancis.at.

Uruguay melakukan latihan awal pekan ini untuk sejumlah opsi, dengan Cristhian Stuani kemungkinan akan dimainkan ke samping dan Cristian Rodriguez diminta menawarkan lebih banyak dukungan kepada Suarez, yang mencoba menutupi kelemahan saat adanya kemungkinan Cavani absen.

"Segala sesuatu tidak hanya bergantung pada satu pemain. Uruguay telah menunjukkan bahwa kami bergantung pada kerja kolektif di lapangan," katanya kepada wartawan, Selasa (3/7), demikian Reuters. (ant)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.