Pajak atas Sedan
Kamis | 31 Mei 2018 | 20.15 WIB

Hallo.id, Jakarta – Lambatnya rencana pemerintah untuk memutuskan penurunan pajak untuk mobil sedan menjadi perbincangan di kalangan pabrikan otomotif di Indonesia. Ya, seperti diketahui dalam hal ini yang berwenang adalah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) serta Kementerian Keuangan.

Terkait hal ini Yohannes Nangoi ketua umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tak bisa bicara banyak kepastiannya kapan. Pihaknya lebih memilih menunggu kabar langsung dari pemerintah.

“Masalah pajak jadi satu dengan harmonisasi tarif yang sedang dikerjakan oleh Kementerian Perindustrian. Karena harmonisasi tarif ini harus meminta restu dari Kementerian Keuangan. Keduanya masih bekerja bersama dalam menggarap pajak ini. Kalau ditanya sampai kapan selesai, saya enggak mengerti karena saya bukan orang pemerintahan,” ujar Nangoi seperti dilansir dari laman Carmudi.

Nangoi menjelaskan bahwa nantiya bukan pajak sedan yang diturunkan melainkan pemerintah akan melakukan harmonisasi tarif.

“Bukan diturunkan, tetapi diharmonisasi. Kalau di harmonisasi, saya melihat hitungan kasarnya, harusnya pendapatan pemerintah itu naik,” katanya.

Bila nantinya pajak sedan terbaru diterbitkan, menurut Nangoi pabrikan mobil yang ada di Indonesia tak langsung mengeluarkan investasi untuk menambah fasilitas di pabrik. Mereka terlebih dahulu akan melihat seberapa besar pasar sedan, meningkat atau tidak sama sekali.

“Aturan mainnya, Anda (pemerintah) harus mengeluarkan dulu aturannya (tarif pajak), kalau kemudian market tumbuh, baru pabrikan berani untuk berinvestasi. Saat ini kita (industri otomotif di Indonesia) enggak punya produksinya,” terang Nangoi.

Meski saat ini pasar mobil multi purpose vehicles (MPV) dan sport utility vehicle (SUV) tengah naik daun di sejumlah negara. Tapi masih ada beberapa negara yang sampai sekarang mengidolakan mobil sedan. Sehingga pasar sedan sangat terbuka lebar baik itu untuk pasar domestik maupun ekpsor.

“Nah sekarang kan market terbuka, kalau kita lihat sedan sama MPV kan masih banyakan sedan dibandingkan MPV. Australia masih perlu banyak sedan, kita bisa ekspor ke Australia semua,” pungkas dia.

Sumber: Carmudi.co.id


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.