Ganti Olie Motor
Rabu | 11 Juli 2018 | 8.11 WIB

Hallo.id, Jakarta - Saat ini masih banyak pemilik motor yang masih bingung kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli mesin bila hendak melakukannya sendiri, pagi, siang sore ataukah malam?  

Belum lagi bila perhitungannya lewat kilometer, belum tentu semua pengguna motor tau di kilometer keberapakah pelumas mesin itu sebaiknya dikuras dan diganti dengan yang baru.

Persoalan sederhana ini yang akhirnya bikin malas untuk mengganti oli sendiri dan lebih memilih untuk lari ke bengkel-bengkel terdekat. Padahal kalau dilakukan sendiri, cukup mudah dan biaya lebih ekonomis. 

Ada lagi yang lebih ekstrim, membiarkannya begitu saja sampai motor terpaksa ngebul karena pelumas di dalam perut mesinnya sudah habis. Ini yang parah, masuk bengkel langsung jajannya banyak.

Ganti oli mesin motor kesayangan itu caranya cukup mudah. Umumnya bila melihat dari buku panduan disarankan per 4.000 km atau sebaiknya kurang dari jarak segitu.

Alat yang dibutuhkan juga gampang, cukup sediakan tang, kunci sok 17 serta wadah menampung oli bekas.

Ada yang beranggapan waktu paling pas mengganti oli adalah pagi hari ketika oli motor sudah mengendap semalaman. Namun menurut Muhammad Haris, pemilik bengkel Aris Jaya Motor di kawasan Jakarta Timur, itu adalah anggapan yang salah.

“Ganti oli di pagi hari waktu mesin masih dingin juga bagus, tapi pembuangan oli jadi nggak maksimal, masih ada sedikit sisa. Oli memang terkumpul di bak bawah tapi karena suhu dingin oli jadi mengental, kadang perlu disemprot kompresor agar terbuang semua. Dikhawatirkan, oli baru bisa tercampur oli lama yang masih mengendap,” jelas pria yang akrab disapa Aris ini dikutip dari Carmudi.co.id.

Lalu, kapan waktu terbaik untuk mengganti oli motor?

Dijelaskan Aris, ganti oli yang ideal itu saat kondisi mesin masih hangat, dan jangan lakukan saat mesin masih panas. 

“Ganti oli sebenarnya bagus hangat kuku. Jadi setelah motor dipakai, biarkan sebentar sampe mesin hangat. Kondisi oli masih encer dan jadi lebih cepat turunnya,” jelasnya. 

Kalau dilakukan saat kondsisi mesin masih panas, dikhawatirkan membuat drat baut menjadi slek. Karena saat suhu mesin panas, material besi jadi lebih empuk karena pemuaian, sehingga baut oli yang biasanya keras dibuka malah rentan dol.

“Biarkan sampai mesin hangat, kemudian buka baut dengan kunci 17 berlawanan arah jarum jam. Untuk posisi baut beda-beda di tiap motor, ada yang di kolong dan ada yang disamping bawah. Kalau bingung cek aja buku panduan," tambahnya. 

Kalau sudah ketemu dan sudah dibuka, biarkan oli lama mengalir sampai habis ke tempat pembuangan. Dan jangan lupa untuk membuka penutup bagian atas agar ada sirkulasi udara yang mendorong oli bekas turun lebih cepat. 

Bila dirasa cukup dan tak ada lagi oli lama yang menetes, tutup kembali lubang pembuangan dan pastikan cukup kencang agar tidak terjadi kebocoran. 

Setelah itu baru isi dengan oli mesin baru lewat lubang atas dan pastikan jumlahnya sesuai anjuran, 0,8 liter atau 1 liter. Tutup kembali menggunakan tang, motor pun siap diajak keliling beraktivitas kembali.

 

Sumber: Carmudi.co.id


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.