Hydroplanning
Kamis | 4 Oktober 2018 | 8.19 WIB

Hallo.id, Jakarta – Musim hujan segera tiba. Tentu banyak sekali hal-hal yang harus dipersiapkan pengendara demi lancarnya aktivitas sehari-hari.

Teknik berkendara di musim hujan pun harus jadi perhatian. Salah satunya mempelajari teknik berkendara menghindari hydroplaning.

Hydroplaning terjadi pada saat berkendara di jalanan basah. Gejalanya yaitu ban mengambang (tidak menyentuh jalan) ketika melewati genangan air karena ada air antara ban dan aspal. Pengemudi jelas harus waspada saat jalanan basah supaya mobil tidak selip karena hydroplaning tadi.

Yang paling menjadi perhatian utama saat menghadapi kondisi ini adalah kondisi ban. Ban yang prima mutlak dibutuhkan. Pastikan tapak ban masih cukup tebal dan groove ban juga masih dalam. Apabila ban sudah aus dan groove ban tipis, sebaiknya diganti dan pilih ban yang direkomendasikan untuk permukaan kering dan basah.

Yang kedua adalah periksa tekanan angin pada ban. Pastikan tekanan angin sesuai dengan standar tekanan angin yang ditetapkan (sesuai dengan spesifikasi standar masing-masing kendaraan).

Dan yang paling terakhir dan tak bisa diabaikan adalah perilaku saat berkendara di jalan. Tetap jaga kecepatan maksimal kendaraan di 70 km/jam serta perhatikan kecepatan kendaraan yang ada di sekitar Anda.

Terlalu kencang di kondisi jalan basah sangat memungkinkan terjadinya selip. Ban yang kurang mencengkram memengaruhi proses pengereman maksimal sehingga risiko kecelakaan tinggi. 

Nah, semoga tips di atas bisa membantu Anda agar tetap bisa beraktivitas dengan aman meskipun cuaca hujan. 

 

Sumber: Carmudi.co.id


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.