Indonesia – Kazakhstan Sepakat Tingkatkan Hubungan Ekonomi
Selasa | 13 Maret 2018 | 15.56 WIB

Hallo.id, Jakarta - Hubungan ekonomi menjadi salah satu isu penting dalam kunjungan kenegaraan Ketua Senat Parlemen Republik Kazakhstan ke Indonesia. DPR RI dan Senat Parlemen Kazakhstan sepakat untuk terus meningkatkan potensi ekonomi kedua negara.

Demikian mengemuka dalam Pertemuan Bilateral Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua Senat Parlemen Kazakhstan Kassym Jomart Tokayev di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2018).

Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo mengatakan, volume perdagangan Indonesia – Kazakhstan cukup baik, setidaknya Kementerian Perdagangan mencatat nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 52,92 juta. Menurutnya, hubungan yang baik ini perlu ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.

Selain itu, Indonesia – Kazakhstan memiliki beberapa persamaan, antara lain sumber daya alam yang melimpah, memiliki penduduk mayoritas muslim moderat yang memastikan keragaman yang harmonis serta komitmen terhadap HAM dan demokrasi.

“Kassym juga menyampaikan bahwa negaranya sama dengan kita sedang membangun demokrasi dan membangun ekonomi. Hanya memang ada beberapa kendala terkait jauhnya  jauhnya jarak kita dan masalah transportasi. Ini akan menjadi pemikiran kita bersama agar hubungan perdagangan bisa tetap lancar,” papar politisi dari F-Golkar ini.

Sementara itu, Ketua Senat Parlemen Republik Kazakshstan Kassym Jomart Tokayev mengatakan Indonesia adalah mitra penting Kazakhstan di negara Asia Tenggara. 

Sebagai negara yang tergabung dalam kelompok ekonomi utama atau G-20, ia menyakini banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama Indonesia. Tidak hanya ekonomi tetapi juga isu politik dan pertukaran informasi.

“Pertemuan dengan Pimpinan Parlemen Indonesia berlangsung sangat kooperatif. Kami percaya bahwa kami memiliki potensi besar kerjasama baik di parlemen maupun pemerintahan. Dalam kemitraan parlemen, kami sepakat untuk semakin mempererat hubungan secara bilateral maupun di organisasi international seperti IPU,” ucap Kassym.

Dalam kesempatan itu, Kassym juga mengatakan tujuannya ke Jakarta adalah untuk mengundang Presiden Indonesia melakukan kunjungan kenegaraan ke Astana pada Oktober mendatang. “Tahun ini, kita menandai perayaan 25 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Kazakhstan,” sambung Tokayev.

Turut mendampingi Bamsoet, Pimpinan DPR RI Fadli Zon dan Agus Hermanto, Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf, beserta Anggota BKSAP Dave Laksono dan Amelia Anggraini. Sebelumnya, Delegasi Parlemen Kazakhstan telah diterima Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Selasa (13/3/2018) pagi. (nwi)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.