Ini Tujuan Kunjungan Kerja Direktur Jenderal IAEA Dr Yukiya Amano ke Indonesia
Senin | 12 Februari 2018 | 15.58 WIB

Hallo.id, Jakarta - "Pengembangan teknologi nuklir untuk tujuan damai dan pembangunan ekonomi merupakan prioritas diplomasi nuklir Indonesia. Selama 61 tahun keanggotaan Indonesia di IAEA, telah banyak yang berhasil dicapai dalam kerja sama teknis Indonesia-IAEA terkait pengembangan teknologi nuklir untuk pembangunan.", demikian disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri RI, A.M. Fachir, kepada Direktur Jenderal IAEA Yukiya Amano, yang tengah melakukan kunjungan ke Indonesia pada tanggl 5-6 Februari 2018.

Kunjungan Dirjen IAEA ke Jakarta bertujuan untuk melihat perkembangan kemajuan berbagai kerjasama IAEA dengan Pemerintah Indonesia, khususnya bidang kerjasama teknis dan aplikasi teknologi nuklir untuk tujuan damai, serta menjajaki langkah-langkah pengembangannya ke depan.

Kunjungan ini menjadi kunjungan yang ketiga kalinya ke Indonesia, setelah kunjungan serupa pada tahun 2011 dan tahun 2015.Kunjungan-kunjungan tersebut menunjukkan bahwa IAEA memandang penting peran Indonesia dalam kerangka IAEA dan di kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam aplikasi teknologi nuklir untuk tujuan damai. 

Salah satu pencapaian kerja sama Indonesia dan IAEA adalah penetapan Indonesia oleh IAEA sebagai collaborating center untuk non-destructive testing pada tahun 2015 dan untuk teknik pemuliaan tanaman dengan radiasi di tahun 2017.

Sejak 2012, Indonesia berkontribusi dalam program kerjasama teknik IAEA di bawah skema Peaceful Uses Initiative melalui pemberian pelatihan SDM dan riset bagi negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. 

Sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap penerapan program TC di kawasan Asia Pasifik, Indonesia telah meluncurkan sebuah inisiatif yang disebut dengan “Regional Capacity Building Initiative" (RCBI) pada 29 September 2015 di Wina bertujuan untuk memperkuat dan mengembangkan kapasitas riset dan teknologi nuklir untuk tujuan damai di kawasan Asia Pasifik.

Kunjungan kali ini juga memiliki nilai khusus mengingat saat ini Indonesia dengan diwakili oleh Dubes RI untuk Wina/Watap RI untuk IAEA, Darmansjah Djumala telah terpilih sebagai Ketua Board of Governor (BoG) IAEA, yang merupakan salah satu Policy Making Bodies dalam kerangka IAEA untuk periode September 2017-September 2018.

"Sebagai ketua BoG IAEA saat ini, Indonesia siap bekerja sama dengan IAEA untuk memajukan agenda IAEA dalam mempromosikan teknologi nuklir untuk tujuan damai serta safeguarding energi nuklir." lanjut Bapak Wamenlu RI

Selama kunjungannya di Indonesia, Dirjen IAEA akan bertemu dengan sejumlah Menteri dan Pimpinan Lembaga Menteri dan Pimpinan Lembaga yang berpotensi mengembangkan kerja sama lebih lanjut dengan IAEA, yaitu Kementerian Luar Negeri, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

​Dirjen IAEA dengan Menristekdikti juga akan menandatangi Practical Arrangement (PA) terkait Enhancing Technical Cooperation Among Developing Countries (TCDC) and Strengthening South-South Cooperation yang  merupakan pengaturan kerjasama Indonesia dan IAEA guna pembangunan kapasitas di negara-negara berkembang kawasan Asia Pasifik dan Afrika dalam kerangka kerjasama selatan-selatan.

Selain itu, Dirjen IAEA juga akan menjadi pembicara dalam sejumlah kegiatan diskusi dan kegiatan outreach dengan stakeholders (termasuk pengusaha, petani, dan sivitas akademika), dan akan mengunjungi sejumlah fasilitas pengembangan teknologi nuklir yang ada di Indonesia. (nwi)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.