Intip Sosok MC Dibalik Suksesnya Fashion Diplomacy RI di Senegal
Senin | 4 Desember 2017 | 15.51 WIB

Hallo.id, Senegal - Untuk menjadi seorang master of ceremony dalam suatu acara resmi tidaklah mudah. Karena seorang Master Ceremony (MC) harus berpenampilan atraktif dan simpatik, memiliki wawasan dan penguasaan materi acara, kemampuan berbahasa dan berkomunikasi yang baik.

Selain itu, seorang MC harus dapat menarik perhatian khalayak, menghibur, adakalanya diperlukan menggunakan bahasa tubuh berperan sebagai pengendali acara dan ia harus dapat menghidupkan suasana ice breaking. Memang tidak mudah apalagi dilakukan dalam bahasa asing “Perancis".

Sukses tidaknya sebuah acara tidak terlepas dari sempurnanya sosok penampilan MC. Tidak terkecuali di Senegal, sosok Yukie Octivia Mansyur merupakan salah satu sosok dibalik suksesnya pagelaran fashion diplomacy di negara yang terletak di ujung paling barat Benua Afrika tersebut.

Yukie Octivia Mansyur, anak pertama pasangan Mansyur Pangeran dan Febie Mirashanti yang telah ikut mendukung suksesnya program promosi budaya di KBRI Dakar, Senegal yang berperan sebagai MC sekaligus 3 (tiga) acara yaitu : Resepsi Diplomatik yang digelar di Hotel Royal King Fahd Dakar tanggal 14 Nopember 2017, keikutsertaan Indonesia pada acara Grand Final Miss Senegal 18 November 2017, dan acara Fashion Diplomacy di Wisma Duta tanggal 20 November 2017.

Resepsi Diplomatik KBRI Dakar

Yukie yang fasih berbahasa Perancis dipercaya oleh Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran, untuk menjadi MC pada acara resepsi diplomatik yang pertama kalinya digelar dalam bentuk sitting arrangement di Senegal.

Yukie tampak tenang, santai dan seluruh mata memandang ke MC ketika acara dibuka Yukie mempersilakan para undangan sekalian untuk duduk pada kursi yang telah disediakan dan menyampaikan acara segera dimulai. 

Di hadapan para tamu kurang lebih sekitar 300 orang yang terdiri dari  kalangan Duta Besar asing dan Anggota Korps Diplomatik, para Wakil Organisasi Internasional, kalangan pejabat pemerintah, pengusaha, politisi, akademisi, pemuka masyarakat dan warga negara Indonesia yang tinggal di Senegal.

Acara protokol resmi berlangsung secara khidmat mulai dari mendengarkan lagu kebangsaan kedua negara, pidato Duta Besar RI, pidato Menteri Perikanan dan Ekonomi Maritim mewakili Pemerintah Senegal dan pemotongan cake bersama oleh Dubes RI, Menteri Senegal dan Ketua Korps Diplomatik Senegal serta dilanjutkan dengan acara dinner.

Selang beberapa saat setelah dinner, kembali MC Yukie tampil di pentas dengan mengumumkan acara defile fashion show segera dimulai. Yukie yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah dasar perancis Jeanne d'Arc Dakar selama 5 tahun tampak secara luwes menguraikan profile ke-4 perancang mode Indonesia seperti Rudy Chandra, Nita Seno Adji, Defrico Audy dan Malik Moestaram.

Para undangan yang hadir juga secara serius mendengarkan uraian tentang jenis batik dan tenun dan rincian busana yang akan dipamerkan oleh para perancang tersebut.

Sementara MC Yukie menggenakan busana atas kebaya dan bawahan batik sutra rancangan Defrico Audy.  Acara demi acara berlangsung meriah disambut dengan tepuk tangan yang meriah, dan acara diakhiri dengan penyerahan buquet bunga oleh Dubes RI kepada keempat perancang Indonesia tsb.

Tidak hanya gaung fashion diplomacy itu masih terdengar hingga sekarang di Senegal, sosok Yukie Mansyur pun kerap menjadi topik pembicaraan di kalangan para pengamat fesyen setempat dan Duta Besar Asing.

Bagaimana tidak, pada pagelaran fashion diplomacy itu selain bermodalkan Bahasa Perancis yang fasih, Yukie juga mengenakan gaun kebaya rancangan Defrico Audy yang membuatnya terlihat anggun dan elegan.

Tidak heran kalau Yukie bisa berpenampilan sangat percaya diri disamping mempunyai kemampuan berbahasa perancis yang sangat baik, juga pernah belajar 3 bulan di Tantowi Yahya Public Speaking School Jakarta ternyata sangat membantunya.

Contohnya saja, Dubes Korea Selatan untuk Senegal, KIM Hyo-eun yang akrab dipanggil Jenny, langsung menghampiri Yukie selepas acara Resepsi Diplomatik dan mengaku sangat kagum cara Yukie membawakan acara dengan bahasa Perancis yang fasih demikian pula kebaya yang dikenakan Yukie sangat bagus dan elegan.

Co-Master of Ceremony pada Acara Grand Final Miss Senegal

Seusai Resepsi, Yukie pun harus bersiap-siap menjadi Co-Master of Ceremony pada malam Grand Final Miss Senegal 2017 di King Fahd Palace, Dakar (18/11/2017). Di acara ini, Yukie harus berkolaborasi dengan Pape Faye, MC kondang di Senegal, untuk memandu jalannya acara ketika lima belas finalis Miss Senegal memperagakan busana Batik dan Tenun Indonesia. Yukie yang juga menyelesaikan pendidikan SLTAnya selama 4 tahun hingga selesai Baccalauréat international di Rene Cassin Oslo-Norway dan melanjutkan di kuliah selama 3 tahun Université Montpellier 1, Perancis Selatan.

Diakhir acara Yukie mendapatkan applause yang meriah dari pengunjung dalam memperkenalkan 4 perancang Indonesia yang busananya dikenakan oleh 15 Finalis Miss Senegal dimaksud.

“Rasanya sangat bangga dapat berduet MC bersama Monsieur Pape Paye diajang pemilihan ratu kecantikan Senegal yang dihadiri oleh para pengamat fasyen asing dan juri seperti Francois Dourpaire (Perancis), Papa Russo (Italia), Justine Camara Miss France ke-4, Miss Cote Ivoire/Pantai Gading, Miss Libanon, dan para perancang dan pengamat busana Senegal," terang Yukie labih lanjut.   

“Jujur, awalnya berat sekali waktu diminta jadi Co-MC apalagi harus tampil di acara live seperti final Miss Senegal. Disitu ada Duta Besar asing, pengamat fesyen bahkan juara keempat Miss France 2017 pun juga hadir. Tapi, demi Bu Nita, Pak Rudy, Mas Defrico dan Mas Malik yang sudah jauh-jauh datang ke Dakar menjadi penyemangat untuk tampil all-out," demikian Yukie ketika dimintai keterangannya.

Fashion Diplomacy di Wisma Duta

Pada kesempatan ketiga memandu acara festival budaya dan kulineri dengan tema fashion diplomacy yang digelar di Wisma Duta bagi Yukie tentunya sudah tidak asing lagi karena materi yang disampaikan sama. Yukie kembali tampil menggenakan gaun rancangan Defrico Audy yang tampak elegan.

Outdoor fashion show catwalk T dengan latar belakang backdrop promosi Industri strategis dan pariwisata Indonesia dan di sisi kiri penonton, di sisi kanan yang sejajar dengan kolam renang dan undangan khusus para perancang Senegal, Miss Senegal 2017, President Miss Senegal dan pengamat fasyen Senegal, serta dihiasi lampu-lampu sorot berwarna-warni, ditambah pula dengan alunan musik pengiring gending bali di-mixed rock dan latin, sehingga menambah kentalnya nuansa Indonesia. Acara demi acara berlangsung mendapat perhatian dan tepuk tangan yang meriah dari penonton yang hadir sebanyak 250 orang. 

Menurut Dubes Mansyur Pangeran, pada acara penting seperti ini kita memang perlu seorang MC asli Indonesia yang bisa memandu acara ketika busana Batik dan Tenun diperagakan. Kalau orang lain yang memandu, dikhawatirkan akan kurang sentuhan ke-Indonesiaannya.

“Di KBRI tentu kita punya Staf yang bisa berbahasa Perancis dan meng-guide, tapi kita butuh seorang MC wanita yang selain bisa memandu acara juga sekaligus mengenakan busana nasional Indonesia," ujar Dubes Mansyur.

Ketika ditanyakan apakah Yukie nantinya akan meneruskan profesi sebagai MC di acara-acara tertentu di Jakarta dikatakannya tentunya bila ada yang memintanya ia akan memenuhinya. Namun, Yukie yang baru saja (8/11/2017) menyelesaikan studi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia Depok kelas Internasional itu akan mencoba profesi sebagai “lawyer" dan akan tetap terus mengajar di Institute Francaise Indonesia di Kedutaan Besar Perancis Jakarta yang telah dimulainya sejak tahun 2013. (nwi)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.