Pelatih tim nasional Indonesia U-22, Indra Sjafri.
Rabu | 27 Februari 2019 | 11.54 WIB

Hallo.id, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga mengapresiasi “tangan dingin” pelatih Indra Sjafri yang telah mengantarkan tim sepak bola nasional U-22 merebut gelar juara dalam Piala AFF U-22 di Phnom Penh, Kamboja, Selasa malam (26/2/2019).

“Kami turut senang atas kemenangan Timnas U-22. Kami sangat menghargai langkah pelatih Indra Sjafri dengan sentuhan ‘tangan dingin’-nya untuk tim-tim yang ditangani sehingga jadi juara,” kata Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto di Jakarta, Selasa malam (26/2/2019).

BACA JUGA : Indra Sjafri : Saya Selalu Beri Kesejukan di Tengah Kepahitan

Timnas U-22 meraih gelar juara Piala AFF U-22 setelah menundukkan tim Thailand 2-1 pada laga final di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Selasa malam.

Dua gol dari Sani Rizki Fauzi dan Osvaldo Ardiles Haay mengantar Indonesia mengubur keunggulan yang sempat dimiliki Thailand melalui Saringkan Promsupa.

Ini kali kedua Indra Sjafri membawa Indonesia juara di tingkat AFF setelah menjuara Piala AFF U-19 2013 silam.

Baca juga: Indra Sjafri: Saya selalu beri kesejukan di tengah kepahitan

“Meskipun Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) masih dilanda keprihatinan atas kasus pengaturan skor, pelatih Indra Sjafri mampu membimbing para pemain Timnas U-22 agar tidak terpengaruh dengan kondisi di Tanah Air,” kata Gatot.

Kemenpora, lanjut Gatot, memuji langkah Indra Sjafri yang mampu menjaga pikiran dan mental para pemain agar tetap fokus pada permainan dan laga yang sedang diikuti di Kamboja.

“Kami berharap para pemain tim sepak bola, baik tim U-16, tim U-19, ataupun tim U-22 agar terus berprestasi hingga mereka menjadi para pemain senior atau elit. Prestasi para pemain senior seringkali antiklimaks setelah lepas dari tim-tim usia di bawahnya. Kondisi itu harus menjadi kajian oleh PSSI,” katanya.

Gatot mengatakan para pemain dalam tim-tim U-16, U-19, U-22 masih menampilkan permainan terbaik mereka karena belum banyak menghadapi godaan dibanding para pemain senior. “Mereka masih atlet-atlet yang punya idealisme,” katanya.

Pada babak kedua, tim Thailand masih mempertahankan strategi mereka mencari bola-bola mati hingga akhirnya Promsupa berhasil membawa Pasukan Gajah Putih unggul lewat tandukannya menyambut tendangan bebas pada menit ke-57. Kedudukan 0-1 bagi Indonesia.

Namun keunggulan itu tak bertahan lama, lantaran dalam kesempatan serangan balasan pertama Sani melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti yang sempat membentur pemain bertahan Thailand sebelum mengecoh Korraphat dan membuat kedudukan menjadi imbang 1-1 pada menit ke-59.

Sukses menyamakan kedudukan, Indra berusaha menambah tenaga segar dengan memasukkan Todd Rivaldo Ferre menggantikan Gian Zola Nasrulloh Nugraha.

Momentum positif bagi Indonesia berlanjut dan Osvaldo kemudian dilanggar di sisi kanan serangan. M. Luthfi yang menghadapi bola mengirimkan umpan lambung yang berhasil disundul Osvaldo untuk memperdaya kiper Thailand dan melesak ke sudut tiang jauh sekaligus membawa Indonesia berbalik unggul 2-1 pada menit ke-64.

Thailand kembali memperoleh kesempatan menytamakan kedudukan, namun tendangan bebas Jedsadakorn Kowngam masih berhasil dijinakkan Awan Setho. (mam)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.