Sejarah Arab
Rabu | 4 Juli 2018 | 14.26 WIB

Hallo.id, Jakarta - Sebuah sejarah baru di catatkan oleh kerajaan Arab Saudi. September 2017 lalu, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud mencabut larangan perempuan mengemudikan mobil dan aturan tersebut mulai berlaku efektif pada 24 Juni 2018 lalu. 

Kini, kaum perempuan di Arab sudah bebas nyetir tanpa takut ditilang bahkan dipenjara. Bukan saja boleh menyetir mobil, bahkan truk besar dan motor pun diperbolehkan. 

Sungguh menjadi sebuah kabar gembira bagi kaum perempuan di Arab Saudi. Karena sebelumnya hanya laki-laki saja yang boleh melakukan aktifitas ini.

Di hari pertama berlakunya aturan ini, terlihat kepolisian Arab Saudi bersiaga sambil menyerahkan bunga kepada pengemudi wanita sebagai bentuk dukungan.

Bahkan beberapa hotel juga menawarkan kamar serta makanan khusus bagi tamu wanita yang datang mengendarai mobil.

Bentuk dukungan juga ditunjukkan Kementerian Transportasi Arab Saudi dengan membentangkan spanduk bertuliskan ‘Dear sister, we wish you safety always’.

“Sejak pukul 00:00, penerapan perintah Mahkamah Agung yang memperbolehkan perempuan mengemudikan mobil serta pelaksanaan peraturan lalu lintas untuk pria dan wanita secara resmi berlaku,” sebut Kolonel Sami Al-Shwairkh, juru bicara resmi Keamanan Umum Kerajaan Arab Saudi dikutip dari Carmudi.co.id.

Salah satu wanita yang paling bergembira atas aturan baru ini adalah Lina Almaeena, anggota Dewan Shoura Saudi.

“Saya merasa bangga, saya merasa bermartabat dan saya merasa terbebaskan. Aturan ini mengubah hidup saya, bikin saya lebih nyaman dan bikin saya bebas dari stres,” ujar Lina Almaeena penuh kegembiraan.

Namun dibalik kegembiraannya, terselip rasa kekhawatiran yang tak bisa ditutupinya. “Yang membuat saya cemas adalah kesalahan dari banyak pengemudi. Hal-hal sederhana seperti pindah jalur pakai lampu sein yang salah arah jelas bikin saya sangat khawatir," sebutnya saat merayakan momen bersejarah ini dengan berkendara saat tengah malam. 

Selain itu, dampak negatif dari berlakunya aturan ini adalah bakal berkurangnya tenaga asing yang selama ini berprofesi sebagai sopir di sebuah keluarga Arab. Diprediksi sebanyak 1,3 juta tenaga asing terancam kehilangan pekerjaan disana. 

Sumber: Carmudi.co.id


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.