Konsen Pengembangan Ketahanan pangan, Prov Kaltara Terima Upsus Siwab Awards
Rabu | 13 Desember 2017 | 8.37 WIB

Hallo.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) di dalam 11 Program Prioritas yang dicanangkan Gubernur Dr H Irianto Lambrie dan Wakil Gubernur H Udin Hianggio, salah satunya memprioritaskan pengembangan ketahanan pangan di wilayah Kaltara. Hal ini ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) dengan cukup baik.

Upaya itu dilakukan, salah satunya lewat pelaksanaan dua program nasional yang digelontorkan Kementerian Pertanian (Kementan). Yakni Upaya Khusus (Upsus) Padi, Jagung, Kedelai (Pajale) dan Upsus Sapi Induk Wajib Bunting (Siwab).

“Dari informasi DPKP Kaltara, untuk program Upsus Siwab dapat dilaksanakan dengan baik di Kaltara. Atas kesuksesan itu, Kementan mengganjar Provinsi Kaltara dengan penghargaan,” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, Selasa (12/12/2017).

Diinformasikan DPKP Kaltara, Provinsi Kaltara dianugerahi Upsus Siwab Awards 2017 dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan untuk kategori Capaian Inseminasi Buatan (IB) Tertinggi I (Wilayah Ekstensif).

“Atas keberhasilan ini, saya ucapkan selamat dan terus ditingkatkan upaya yang sudah ada. Lakukan berbagai inovasi sehingga target ketahanan pangan dan lumbung pangan di Kaltara dapat tercapai,” kata Irianto.

Penyerahan penghargaan itu sendiri dilakukan di Hotel JW Marriot Surabaya, 11 Desember lalu oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita.

Melengkapi, Kepala DPKP Kaltara Andi Santiaji Pananrangi menuturkan bahwa ada dua program Kementan, Upsus Pajale dan Upsus Siwab yang dilaksanakan tahun ini. Khusus Upsus Siwab, Kaltara masuk dalam wilayah introduksi atau ekstensif.

“Upsus Siwab, pelaksanaannya oleh Kementan dibagi dalam tiga wilayah. Yakni, Wilayah Intensif, Wilayah Semi Intensif, dan Wilayah Introduksi. Kaltara sendiri, masuk kategori Wilayah Introduksi,” jelas Andi.

Untuk pelaksanaannya, Kaltara menerima target pelaksanaan IB Sapi sebanyak 2.591 ekor dengan tingkat kebuntingan 80 persen. Sementara untuk realisasinya, Kaltara berhasil mencapai 102 persen atau melampaui target. “Hingga akhir tahun ini, tingkat kebuntingan dari program Upsus Siwab di Kaltara mencapai 95 persen,” urai Andi.

Sebagai informasi, intensifikasi Upsus Siwab dilakukan guna mengoptimalkan fungsi reproduksi ternak betina dengan tujuan meningkatkan populasi dan produksi ternak ruminasia besar. Program ini dilaksanakan di 33 provinsi dalam tiga bagian. Yakni, daerah pertama meliputi daerah sentra sapi yang pemeliharaannya dilaksanakan secara intensif. Yaitu, Jawa, Bali dan Lampung dengan populasi betina 3,3 juta ekor.

Kedua, daerah sentra peternakan dengan sistem pemeliharaan semi intensif di Sulawesi Selatan (Sulsel), Sumatera dan Kalimantan dengan potensi populasi betina 1,9 juta ekor. Dan ketiga, daerah pemeliharaan ekstensif dengan total populasi betina 700 ribu ekor yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua, Maluku, Sulawesi, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan Kaltara. (nwi)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.