Bubuk matcha memiliki kadar ECGC tiga kali lebih banyak dari teh hijau seduh biasa, senyawa ECGC banyak terdapat pada daunnya.
Kamis | 11 Juli 2019 | 16.46 WIB

Hallo.id, Jakarta – Matcha, yang berasal daun Camellia sinensis dan dikenal masyarakat Jepang sejak lama memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, salah satunya membantu orang merasa rileks.

Dalam sebuah studi yang dipimpin Dr Yuki Kurauchi dari Kumamoto University, peneliti menguji efek matcha pada tikus yang cemas. Menurut mereka, tikus yang cemas akan lebih banyak menghabiskan waktu berada di daerah aman.

Hasilnya, tikus yang mengonsumsi bubuk atau ekstrak matcha berkurang kecemasannya. Analisis farmakologis perilaku mengungkapkan, hal ini terjadi karena ekstrak matcha mengaktifkan reseptor dopamin D1 dan serotonin 5-HT1A.

“Meskipun penelitian epidemiologis lebih lanjut diperlukan, hasil penelitian kami menunjukkan Matcha, yang telah digunakan sebagai obat selama bertahun-tahun, mungkin cukup bermanfaat bagi tubuh manusia,” kata Kurauchi.

Dia berharap penelitian ini bisa bermanfaat untuk kesehatan masyarakat di seluruh dunia. (lws)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.