Pabrik Nissan
Senin | 23 Juli 2018 | 21.21 WIB

Hallo.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia lewat Kemenperin (Kementerian Perindustrian) berwacana meningkatkan angka ekspor ke Australia. Selama ini negara dengan ikon Kanguru tersebut memang menjadi pasar potensial untuk produk seperti furnitur, produk kimia, karet olahan, makanan, minuman, tekstil, serta elektronik.

Rontoknya industri otomotif Australia ditandai dengan banyaknya pabrikan yang memutuskan menutup fasilitas produksi disana, membuka peluang industri otomotif nasional untuk melakukan ekspansi kesana.

“Industri otomotif di sana tutup semua, membuka peluang bagi kita,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya.

Hal ini dipicu kebijakan pemerintah Australia untuk membebaskan tarif ekspor produk kendaraan yang masuk kesana. Di sisi lain, pabrikan yang buka pabrik disana harus bayar gaji tenaga kerja dengan sangat mahal.

Ujung-ujungnya, pabrikan lebih memilih untuk mengimpor mobil daripada memproduksinya di Australia.

Beberapa merek yang akhirnya memutuskan hengkang dan menutup fasilitas perakitannya di Australia Toyota, Ford, General Motors, dan lainnya.

Australia kini membutuhkan kendaraan siap pakai, jadi dibawa dalam bentuk utuh (completely built up/CBU).

Jenis kendaraan roda empat yang bisa dikirim kesana bisa yang bermesin konvensional ataupun kendaraan listrik.

Untuk ekspor kendaraan listrik, Airlangga mengaku masih dalam tahap negosiasi. Hal ini masih menunggu regulasi kendaraan listrik yang berlaku di sana. Kemudian pabrikan di Indonesia tinggal menyesuaikan saja.

“Disana minta untuk produk yang masuk adalah kendaraan dengan komponen lokal dari kawasan Asean mencapai 40 persen. Kita sementara usulkan 20-30 persen. Ini yang masih dinegosiasikan,” ucap Menperin.

Peluang ekspor kendaraan utuh dari Indonesia ke Australia sangat besar. “Dalam roadmap tersebut, pemerintah akan memacu industri otomotif nasional agar mampu menjadi champion untuk ekspor kendaraan mesin pembakaran dalam, serta electric vehicle,” ujar Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan.

 

Sumber: Carmudi.co.id


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.