Pelaku UMKM Palembang Dibantu Pinjaman Rp 3 Juta
Senin | 29 Januari 2018 | 14.40 WIB

Hallo.id, Palembang - Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Palembang dibantu pinjaman modal Rp3 juta tanpa bunga dengan angsuran minimal Rp250.000 per bulan.

Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda di Palembang, Senin (29/1/2018) mengatakan pemkot meminta para pelaku UMKM memanfaatkan kesempatan itu dengan segera mengajukan ke dinas terkait.

"Harapan kami dengan bantuan pinjaman ini pelaku UMKM Palembang dapat memanfaatkan momen Asian Games. Syaratnya, asalkan usahanya sudah berjalan, tidak perlu syarat yang macam-macam lagi," kata Finda.

Pemerintah Kota Palembang mengucurkan bantuan modal kepada 1.000 pelaku UMKM untuk mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil menjelang Asian Games XVIII tahun 2018.

"Bantuan dana stimulus ini diharapkan dapat memacu para pedagang lebih meningkatkan usaha mereka. Apalagi dalam hal ini, pedagang tidak dibebani dengan bunga pinjaman," kata dia lagi.

Kepala Dinas Koperasi Kota Palembang Edwin Efendi mengatakan sasaran dari penerima bantuan modal itu adalah pedagang yang memiliki usaha kecil, seperti pedagang bakso, mi ayam dan penjual/pembuat kerupuk, dengan penyaluran bantuannya melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Palembang.

"Dari 1.400 UMKM yang mendaftar sebanyak 1.000 pedagang yang masuk ke dalam verifikasi dari BPR," katanya pula.

Mekanisme pengajuan pinjaman ini, pedagang mendaftar diri melalui kelurahan di tempat tinggal mereka dengan syarat pengajuan seperti kartu keluarga (KK), KTP dan rekening listrik.

"Setelah itu akan diverifikasi pihak BPR seperti kelengkapan data, survei lokasi dan lainnya. Proses pencairan juga langsung dilakukan BPR," kata dia pula.

Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan Hari Widodo mengatakan pengembangan sektor UMKM patut menjadi perhatian para pengambil kebijakan, dalam hal ini pemerintah daerah.

"Hal itu mengingat UMKM terbukti tidak rentan krisis dan berkontribusi pada produk domestik bruto nasional sebesar 60,3 persen," kata Hari Widodo di Palembang, Sabtu (27/1/2018).

Ia mengatakan sektor UMKM hingga kini masih membutuhkan dukungan pemerintah dari sisi kebijakan untuk tetap tumbuh. Misalnya, terkait dengan perizinan dan pajak daerah.

"Seperti Sumsel yang memiliki pelaku UMKM mencapai tiga juta orang. Artinya, jika benar-benar mendapatkan dukungan pemerintah, akan memiliki andil besar dalam pembangunan daerah," kata Hari.

Sebelumnya, Riset Bank Indonesia Wilayah VII Sumatera Selatan telah memunculkan 10 produk unggulan UMKM yang layak dikembangkan pada masa datang dalam lima tahun ke depan.

Seperti dikutip Antara, kesepuluh produk unggulan tersebut, yakni pertanian padi sawah, toko kelontong dan manisan, pengilingan padi, perkebunan karet, budidaya ikan lele, pengalian pasir, budi daya ikan patin, koperasi simpan pinjam, rumah makan padang dan klinik kesehatan terpadu. (drs)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.