Penjual Daging "Meugang" di Aceh Singkil Merugi
Rabu | 16 Mei 2018 | 15.25 WIB

Hallo.id, Aceh Singkil - Para penjual daging sembelihan tradisi "meugang" (pungahan) menyambut puasa Ramadan 2018 di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh merugi karena konsumen sedikit.

"Harga daging masih seperti biasa, hanya Rp150 ribu per kilogram, setara seperti tahun - tahun yang lalu, tapi pembelinya sangat sepi," kata Naldi, salah seorang pedagang daging meugang di Singkil, Rabu.

Ia menyebutkan, harga daging ternak besar (sapi dan kerbau) yang mereka jual untuk daging murni Rp150.000/kg, hati kerbau Rp160.000/kg, jeroan atau perut kerbau yang sudah dicincang dan direbus Rp30.000/kg, sedangkan harga tulang Rp50.000/kg.

Ia mengatakan, pada meugang menyambut puasa tahun 2018 ini, pembeli lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun lalu kami bisa menghabiskan enam ekor ternak, namun tahun ini hanya menyembelih tiga ekor," katanya.

"Sedangkan pada hari-hari biasa penjualan daging ternak kerbau hanya habis satu ekor dengan harga Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogramnya,"keluhnya.

Menurut dia, ketersediaan stok dari peternak di Kabupaten Aceh Singkil sangat mencukupi, untuk hari biasa dan menjelang meugang dan hanya saat meugang lebaran Idul Adha, harus didatangkan dari luar daerah karena permintaan cukup tinggi.

Tentang kurangnya minat pembeli daging ternak besar, hal itu, katanya, karena bersaing dengan semakin banyaknya masyarakat yang berminat membeli daging ayam broiler umur 40 hari berkisar Rp60 ribu per ekor.

Harga ayam broiler dalam tiga minggu terakhir, di Kabupaten Aceh Singkil, mengalami kenaikan hingga 26 persen, karena pasokan terbatas, sementara permintaan meningkat.

Salah seorang pedagang ayam broiler, Iskandar kepada wartawan di Pulosarok, Aceh Singkil mengatakan, mendekati Ramadhan 1439 Hijriah, kondisi harga ayam mengalami kenaikan tajam seperti harga emas.

Dikatakannya, pasokan bahan baku ayam broiler putih didatangkan dari Sibolga, Siantar, dan Medan, Sumatera Utara, kemudian para agen lokal menjual kembali kepada pedagang dengan harga Rp24.000/kg, naik dari harga sebelumnya Rp19.000/Kg.

"Pasokan ayam broiler (ayam potong) warna merah tetap stabil dengan harga Rp48 ribu per ekor. Ayam potong warna putih selain dijual dengan takaran per kilo juga dijual per ekor, dengan harga Rp60 ribu yang sebelumnya Rp55 ribu per ekor," pungkasnya. (war)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.