President IFC Ahmad Hidayat
Minggu | 8 Oktober 2017 | 18.29 WIB

Oleh : Ahmad Hidayat

Pemerintah telah menargetkan penerimaan negara dari sektor pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) sebesar 1.283,6 Triliun Rupiah namun sampai dengan bulan september 2017 penerimaan negara dr sektor pajak baru mencapai 770,16 triliun Rupiah atau baru 60 % dari target yang telah di tetapkan. Artinya dirjen pajak masih harus penuhi  40 % lagi dari target tersebut.

Dalam mencapai sisa target tersebut diharapkan dirjen pajak tdk hanya mengedepankan pemenuhan target tetapi juga melihat bagaimana cara yang di tempuh dlam mencapai taget tsbt.jangan sampai karna mengejar taget dengan mencari- cari kesalahan dan sebagainya yang ditakutkan oleh para pengusaha.

"Mereka (pengusaha) yg sudah melakukan tax amnesty merasa masih saja di usik oleh petugas pajak dengan berbagai pemeriksaan lanjutan dengan dalih UU perpajakan , terlbh kalau ada yang ingin melakukan restitusi (pemeriksaan nya bisa merembet kemana-mana)  dan atau kelebihan bayar pasti diperiksa".

Dengan demikian pengusaha merasa prinsip keadilan belum sepenuhnya dijalankan dalam pemenuhan target pajak.

Hal yang sama seperti yang dirasakan oleh penulis buku tere lyre yang merasakan ketidak adilan dalam norma perhitungan pajak nya dibanding profesi-profesi lainnya.

Oleh karena itu pemerintah boleh saja getol mengejar target pajak tetapi jangan sampai kemudian mengabaikan prinsip-prinsip keadilan tadi. Diharapkan juga beberapa kebijakan perundang-undangan perpajakan perlu dikaji ulang agar wajib pajak lebih merasa tenang dan selalu patuh dlam menjalankan kewajiban perpajakannya.

Ahmad Hidayat adalah President Indonesia Financial Care (IFC) dan CEO Artha Capital


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.