Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S. Dewa Broto.
Kamis | 27 September 2018 | 16.2 WIB

Hallo.id, Jakarta - Penyatuan dua kontingen Korea, Korea Utara dan Korea Selatan, dalam penyelenggaraan Asian Para Games 2018 akan semakin memperkuat nuansa kemanusiaan atau humanisme pesta multi-cabang olahraga disabilitas tertinggi di Asia itu yang berlangsung di Jakarta pada 6-13 Oktober.

"Defile kontingen Palestina dalam pembukaan Asian Games begitu luar biasa. Kami mengharapkan hal yang lebih menyentuh lagi dalam Asian Para Games karena yang akan mengikuti defile adalah para penyandang disabilitas," kata Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Gatot mengharapkan aspek humanisme dalam penyelenggaraan Asian Para Games ke-3 itu bukan hanya terasa di Indonesia sebagai tuan rumah melainkan juga di negara asal kontingen masing-masing peserta.

"Indonesia tentu ingin menimbulkan kesan dalam proses diplomasi yang panjang. Penyelenggaraan olahraga disabilitas dapat menjadi pendekatan humanis yang mengurangi ketegangan politik," kata Gatot.

Meskipun mampu penyatuan Korea dalam Asian Para Games dapat meningkatkan humanisme dan menjadi pendekatan diplomasi kedua negara, Gatot berharap penyatuan Korea tidak berdampak pada negara lain sebagaimana terjadi ketika Olimpiade Musim Dingin 2018.

"Ketika Olimpiade Musim Dingin, bendera Korea itu ada pulau Takajima yang menjadi pulau sengketa antara Korea dengan Jepang. Saya diminta Keduataan Jepang agar jangan sampai ada pulau itu dalam bendera mereka," kata Gatot.

Sebelumnya, Komite Paralimpiade Asia (APC) mengumumkan Korea Utara dan Korea Selatan akan berparade beriringan pada pembukaan Asian Para Games 2018 di Jakarta, pada 6 Oktober.

Sekitar 100 atlet Korea Selatan dan 20 atlet Korea Utara akan berparade beriringan sambil membawa bendera Korea sebagai bentuk penyatuan dua Korea sambil menyanyikan lagu Arirang.

Kontingen penyatuan Korea Utara dan Korea Selatan akan menurunkan tiga tim gabungan dalam pertandingan dua cabang olahraga Asian Para Games yaitu lari estafet putra 4x100 meter (34p) dan dua tim pada cabang tenis meja kursi roda yaitu nomor tim putra TT6-7 dan tim putra TT8.

"Defile bersama kedua negara sebenarnya sudah terjadi pada Olimpaide Muusim Dingin di PyongChang dan pada Asian Games Jakarta-Palembang. Tapi, ini adalah pertama kalinya kedua negara berparade beriringan dan berkompetisi bersama dalam ajang paralimpiade," kata Presiden APC Majid Rashed. (imn)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.