Tips Busi
Sabtu | 30 Juni 2018 | 21.29 WIB

Hallo.id, Jakarta - Perjalanan jauh seperti mudik dan balik tentu menuntut kondisi kendaraan yang prima. Perawatan rutin tentu wajib dilakukan. Namun jangan lupa untuk memeriksa komponen yang lebih detail lagi, misalnya busi.

Kesehatan busi harus dipastikan sebelum menempuh perjalanan jauh. Selayaknya, busi disarankan untuk diganti setiap 15.000 – 20.000 km. Pilih busi yang memang sesuai standar spesifikasi kendaraannya. Jika mengantongi uang lebih, tidak ada salahnya memakai busi jenis iridium.

Untuk jenis ini banyak pilihannya. Selain berfungsi untuk pengapian yang lebih baik, bahan iridium juga sebagai penangkal kerak karbon sehingga punya usia pakai lebih panjang dibanding yang berbahan nikel.

Busi merupakan salah satu komponen kendaraan yang meski tempatnya agak ke dalam, tapi berperan penting untuk menciptakan proses pengapian yang sempurna guna pembakaran bahan bakar di ruang mesin.

Berikut ini adalah tips yang bisa dilakukan untuk merawat kondisi busi guna menempuh perjalanan jauh:

1. Perhatikan Gejala Aus

Merawat busi jangan tunggu sampai mati. Busi yang sebelum mati biasanya akan banyak sekali gejala yang bisa dirasakan saat berkendara. Gejala paling jelas adalah mobil akan sangat sulit di-starter.

Jika Anda sudah merasakan gejala ini, maka segeralah melakukan pergantian busi saat servis rutin agar aman saat dipakai berkendara.

2. Cek Kerusakan

Elektroda pada busi adalah bagian yang biasanya rentan mengalami kerusakan. Bagian ini dapat mudah terkikis dan mengalami keausan di bagian permukaan karena menjadi tempat terjadinya api pada ruang bakar. Kalau elektroda-nya sudah mulai aus, maka harus segera diganti.

3. Tidak Perlu Diamplas

Sudah menjadi kebiasaan para pemilik kendaraan untuk mengamplas busi untuk mengoptimalkan pembakaran. Namun sebenarnya itu pun kurang baik bagi kesehatan busi tersebut.

Amplas justru akan mengikis permukaan plating ataupun elektrodanya. Ketahui dulu kondisi busi dengan mengetahui apakah elektrodanya. Perhatikan saja kepala businya. Jika masih kotak tanpa ada bulatan, tandanya masih bagus. Proses pengapian akan berjalan baik karena belum banyak karbon yang menumpuk.

Kalaupun banyak ditemukan penumpukan karbon atau banyak kotoran, cukup dibersihkan saja. Caranya semprot bagian elektroda dengan cairan bersifat non-metal seperti brake cleaner.

Semoga tips ringan ini bisa membantu kelancaran perjalanan Anda!

 

Sumber: Carmudi.co.id


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.