Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI, Puan Maharani.
Selasa | 8 Oktober 2019 | 11.14 WIB

Hallo.id, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Puan Maharani mengatakan, pihaknya telah membentuk alat kelengkapan kerja dewan (AKD) masa bakti 2019-2024. 

Dikatakan bahwa, pembentukan AKD di DPR akan berlangsung lebih dulu dari pembentukan kabinet di pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin setelah pelantikan 20 Oktober 2019. DPR tidak menunggu pembentukan kabinet kerja Jokowi. 

Puan menjelaskan bahwa durasi waktu pembentukan AKD akan tergantung dengan dinamika di DPR. Meski demikian,kata dia, proses pembentukan tidak perlu dilakukan terlalu lama atau cepat mengingat pembentukan kabinet baru akan dimulai pada 20 Oktober atau setelah Jokowi-Ma'ruf dilantik.

Karena itu, perempuan yang pertama menjadi Ketua DPR RI itu, berharap, proses itu nantuinya dapat berlangsung dengan musyawarah mufakat. 

"Insyaallah semuanya bisa kita lakukan secara musyawarah mufakat, sehingga tidak ada hal-hal yang perlu berlama-lama. Tapi, untuk terlalu cepat enggak perlu juga karena nanti pemerintahan periode selanjutnya juga akan baru dimulai 20 Oktober," kata politikus Pertai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Ketika ditanya wartawan terkait komposisi AKD DPR RI, Puan menyatakan akan menggelar rapat internal dengan pimpinan DPR lainnya. 

"Berapa jumlah anggota setiap fraksi, berapa komisi yang akan ditentukan, kemudian setiap fraksi akan mendapatkan berapa pimpinan atau anggota yang akan masuk ke dalam setiap komisi," kata Puan, di Lobi Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, (7/10/2019). 

Untuk diketahui bahwa sebelumnya, DPR RI memiliki 17 AKD yang terdiri atas 11 Komisi dan enam badan, yaitu Badan Urusan Rumah Tangga (BURT), Badan Anggaran (Banggar), Badan Legislasi (Baleg), Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Badan Kerja Sama Antar Parlemen (MKD), dan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN).

Adapun komposisi tersebut berdasarkan undang-undang MPR, DPR, DPD dan DPRD atau MD3, yang menyebutkan bahwa pimpinan AKD akan diisi oleh urutan perolehan suara pada pemilu. Dimana perolehan suara pemilu, yaitu PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, NasDem, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, untuk pembagiannya dilakukan secara musyawarah mufakat.

Lanjut Puan, bahwa partai di luar lima besar kemungkinan juga akan mendapatkan jatah pimpinan AKD. Pembagiannya akan dilakukan secara proporsional.

"Pimpinan itu terdiri atas ketua dan wakil ketua, sesuai dengan proporsionalitas yang ada, sesuai dengan UU. Jadi, semuanya tentu saja akan mendapatkan porsi masing-masing sesuai perolehan suara pada hasil pemilu 2019," tutup Puan Maharani. (Dom) 


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.