Recall 2
Kamis | 12 Juli 2018 | 19.50 WIB

Hallo.id, Jakarta - Pabrikan mobil yang ada di Indonesia kini sepatutnya waspada, utamanya dalam melaksanakan program recall (penarikan kembali) kendaraan yang cacat produksi.

Pasalnya pemerintah baru-baru ini sudah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan terbaru Nomor PM 33 Tahun 2018 tentang pengujian tipe kendaraan bermotor. 

Ini menegaskan bahwa program recall tidak bisa dilakukan sembarangan saja oleh pabrikan, sudah ada aturan main tersendiri.

Hal itu tertuang dalam pasal 79 yang mengatur soal recall dimana ada enam ayat di pasal tersebut, salah satunya berbunyi perusahaan pembuat, perakit, pengimpor (Agen Pemegang Merek/APM) wajib melaporkan kepada Menteri sebelum dilakukan penarikan kembali untuk dilakukan perbaikan.

“APM kalau mau ada kampanye recall harus lapor dulu ke Kementerian Perhubungan atau pemerintah, nanti kita sama-sama diskusi dulu lihat kasusnya seperti apa. Kalau itu terkait keamanan ya mungkin harus uji tipe ulang. Kalau masalah kenyamanan tidak perlu,” ujar Dewanto Purnacandra, Kasubdit Uji Tipe Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan dikutip dari Carmudi.co.id.

Lanjut Dewanto, bila sudah dilakukan pengecekan bersama, kemudian ditemukan masalah dan tidak dapat diselesaikan oleh pabrikan, Kemenhub secara tegas akan meminta pabrikan untuk menghentikan produksi produk yang bermasalah. 

“Dengan mereka (APM) lapor ya kita sama-sama lihat dan cek kendaraan, dan sama-sama kita ke balai pengujian. Kalau terlalu parah mesti distop produksinya, kalau hanya sebatas masalah kenyamanan tidak perlu,” terang dia.

Dalam aturan baru disebutkan bahwa Kemenhub tidak hanya sebatas menerima laporan dari pabrikan saja, tetapi bisa laporan dari masyarakat juga. Artinya konsumen pengguna mobil atau motor di Indonesia bisa juga mengadukan ke Kemenhub bila terjadi kejanggalan pada kendaraannya. 

Semoga dengan adanya aturan baru ini bisa membuat pelaku industri otomotif di Indonesia akan semakin dewasa dalam menyikapi persoalan recall. Tidak sekadar menyampaikan rilis "kampanye perbaikan sebagai bentuk tanggung jawab kami".

Atau mengajak makan siang di restoran mewah kemudian menyelipkan pesan "tolong tidak usah di blow up ya..." 

 

Sumber: Carmudi.co.id


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.