BMW i Models
Kamis | 11 Oktober 2018 | 19.22 WIB

Hallo.id, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya terus menumbuhkan industri otomotif di Indonesia. Salah satu caranya yaitu mengusulkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) supaya melakukan harmonisasi skema Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM).

Pemerintah mengutip pajak dengan nilai paling tinggi untuk mobil sedan dan kendaraan berbasis listrik seperti hybrid seperti i8, mobil BMW yang dijual di Indonesia serta plug-in hybrid. Apabila PPnBM dihapus, berdampak pada produktivitas industri otomotif nasional yang dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor.

“Kami sedang menggenjot produksi sedan untuk memperluas pasar ekspor. Apalagi industri otomotif memang berorientasi ekspor dan prioritas dalam penerapan revolusi industri 4.0. Kami juga sedang fokus pada pengembangan produksi kendaraan listrik,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Kemenperin sangat mengharapkan tarif PPnBM turun atau bila perlu PPnBM dihapus. Apabila tidak bisa dihapus, Menperin menginginkan adanya harmonisasi pajak. Besaran tarif pajak tidak lagi berbasis tipe kendaraan, ukuran mesin dan peranti penggerak.

Pajak akan diperhitungkan berdasarkan hasil pengujian emisi karbondioksida (CO2) dan volume silinder (ukuran mesin). Batas emisi terendah yakni 150 gram per kilometer dan tertinggi 250 gram per kilometer. 

Dalam hal ini PPnBM yang berlaku 0-50 persen. Semakin rendah emisi dan volume mesinnya, maka pajak yang dibayarkan pemilik kendaraan nantinya semakin murah.

Lebih lanjut, Kemenperin menggagas ide soal perlakuan khusus bagi kendaraan komersial, program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), serta kendaraan bermotor hemat bahan bakar dan harga terjangkau (KBH2). Ketiga jenis kendaraan ini diharapkan bisa dikenai pajak  yang lebih rendah.

 

Sumber : Carmudi.co.id


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.