RI-Ukraina Bahas Rancangan Protokol Kerjasama Bilateral
Jumat | 23 Februari 2018 | 16.54 WIB

Hallo.id, Ukraina - Masih dalam kegiatan Sidang Komisi Bilateral ke-3 RI – Ukraina, Delegasi Indonesia mengadakan serangkaian kegiatan kerja di Kyiv. Kegiatan pertama yang digelar adalah pertemuan pembahasan naskah Protocol of the Third Session of the Intergovernmental Indonesian-Ukrainian Commission on Economic and Technical Cooperation di Kementerian Pembangunan Ekonomi dan Perdagangan Internasional Ukraina, Rabu (21/2/2018). Pertemuan tersebut dipimpin oleh Direktur Eropa III Kementerian Luar Negeri RI, Ardian Wicaksono.

Menurut Duta Besar RI untuk Ukraina, Prof. Yuddy Chrisnandi, Naskah Protokol ini berisi komitmen politik kedua negara untuk memajukan kerja sama dibidang ekonomi, kerja sama teknis, ilmu pengetahuan dan teknologi, kedirgantaraan dan pendidikan tinggi. 

Diharapkan naskah ditandatangani pada pertemuan pleno Sidang Komisi Bilateral (SKB) ke-3 atau “Third Session of the Intergovernmental Indonesian-Ukrainian Commission on Economic and Technical Cooperation" yang digelar di Kantor Kementerian Pembangunan Ekonomi dan Perdagangan Internasional Ukraina tanggal 22 Februari 2018.

Setelah ditandatangani, ujar Yuddy Chrisnandi, diharapkan kerja sama ekonomi kedua negara, khususnya untuk perdagangan dapat meningkat secara signifikan, Penandatanganan ini memiliki arti strategis, karena SKB ke-3 adalah mekanisme pembicaraan resmi yang membicarakan kerjasama bilateral berbagai aspek.

Pembicaraan resmi ini merupakan pertama kali sejak terakhir kali, SKB ke-2 tahun 2009 digelar di Jakarta. Bagi kedua negara pertemuan pejabat tinggi menjadi momentum untuk membahas kembali arah hubungan bilateral ke depan. 

Bagi Indonesia, Ukraina dapat menjadi pasar alternatif bagi produk-produk unggulannya di masa depan, mengingat posisi neraca perdagangan Indonesia-Ukraina sebesar 676,90 juta dollar, dimana Indonesia mengalami deficit perdagangan sebesar 220 juta dollar. 

Dengan penandatanganan kerjasama ini, diharapkan Indonesia dapat mengurangi deficit perdagangan dengan cara peningkatanan ekspor produk Indonesia mengisi pasar Ukraina.

Selain bertemu dengan pejabat pemerintah, delegasi Indonesia juga telah menyelenggarakan pertemuan bisnis dengan pengusaha yang tergabung dalam Kamar dagang dan Industri (KADIN).  

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Muhammad Anshor memaparkan, di kantor KADIN Ukraina, peluang kerjasama ekonomi dan investasi di Indonesia kepada 27 pengusaha. 

Selain itu, diselenggarakan juga pertemuan antara dua perusahaan indonesia yaitu PT Mersifarma dan PT. Sukolilo Surya Indah dengan mitra-mitra potensialnya dari Ukraina. melalui pertemuan ini kedua perusahaan ini dapat memasarkan produk-produk andalannya di pasar Ukraina. (nwi)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.