Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Jumat | 3 Agustus 2018 | 14.38 WIB

hallo.id, Jakarta - Terkait siapa lawan presiden Jokowi di Pilpres 2019 sudah mencapai titik terang : Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus ini potensial diusung Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN.

Ucapan SBY dalam pertemuannya di Kertanegara bahwa Prabowo adalah capres 2019 selaras dengan mandat Partai Gerindra di Hambalang dan juga sesuai rekomendasi GNPF-Ulama.

Otomatis akan terjadi rematch antara Jokowi dengan Prabowo di 2019 seperti saat Pilpres 2014. Inilah makna politik penting pertemuan SBY-Prabowo kemarin.

Kemudian, soal cawapres. Siapa yang akan mendampingi Prabowo mendekati waktu pendaftaran ke KPU, 4-10 Agustus masih intensif digodok dan di musyawarah mitra koalisi.

Ada titik temu bahwa cawapres merupakan hak prerogatif Prabowo sebagai Capres.

Jika nama cawapres Jokowi digadang berhuruf depan “M” (Moeldoko, Muhaimin Iskandar, Ma’ruf Amin, Mahfud MD), maka cawapres Prabowo di duga punya huruf depan “A” (AHY, Abdul Somad, Aher, Anies, Aljufri).

Pastinya Cawapres akan diputuskan bersama partai koalisi masing-masing. Partai politik adalah fondasi sistem politik kita.

Oleh karena itu, saran atau rekomendasi dari ijtimak ulama pasti akan menjadi masukan penting, namun pada akhirnya tetap partai politik yang bakal menentukan.

Pertanyaannya, kalau kesepakatan parpol koalisi masih pada nama Capres Prabowo Subianto, siapa Cawapresnya? Kemungkinan besar inisialnya adalah A. Menurut Anda?, Demikian. seperti dilansir Liputan6.com. (*)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.