Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat berdialog dengan Muhammad Subhan, petani bawang, Brebes, Senin (11/2/2019).
Senin | 11 Februari 2019 | 14.17 WIB

Hallo.id, Brebes – Muhammad Subhan, petani bawang menangis dan menjerit saat berdialog dengan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno di Lapangan Sepakbola Wali Kukun Krasak Brebes, Senin (11/2/2019).

“Harga brambang (bawang merah) turun. Saya belum bisa bayar cicilan di Bank Puspa Kencana, jaminannya rumah saya, rumah orangtua saya,” kata Subhan dengan berteriak dan tidak bisa menahan airmatanya. Saya ini nangis beneran pak,” kata Subhan.

Subhan tidak bisa lagi melanjutkan kalimatnya. Sandiaga mencoba menenangkannya.

Subhan memeluk Sandi dan sempat sesunggukan. “Tarik nafas pak Subhan, hembuskan pelan-pelan,” kata Sandi mencoba menenangkan pria berkumis ini.

Hari itu Sandi membuka dialog dengan para petani bawang Brebes dari perwakilan berbagai desa yang mengeluhkan harga bawang yang turun dan tidak lagi bisa menghidupi petaninya. Kagin petani bawang dari desa lembahrawa bahkan menyatakan para petani sekarang Nundur Bawang , Tukule Utang (menanam bawang hasilnya utang).

“sudah sejak empat tahun lalu para petani bawang sengsara pak. Ya itu Nandur Bawang Tukule Utang,” ucap Kagin.

Cakrim, petani bawang lainnya meminta Sandi agar harga bawang tetap stabil dan membuat petani bawang di Brebes sejahtera.

“Harga bawang harus stabil pak. Jadi jangan sampai terjadi lagi menanam bawang, jangan sampai hasilnya utang, tapi untung,” ucap Cakrim.

Sandi berjanji akan menampung semua keluhan yang disampaikan para petani. Termasuk curhat petani bawang bernama Ratna yang meminta jangan menanam bawang di luar Jawa. Karena produksi bawang di Brebes dan daerah Jawa lainnya sudah berlebih. Penanaman di luar Jawa makin membuat harga bawang jatuh.

Menurut Sandi, dirinya punya pengalaman saat menjabat wakil gubernur DKI Jakarta. Dia membeli langsung dari petani bawang Brebes melalui PT Food Station Tjipinang Jaya untuk menjaga pasokan bawang yang saat itu langka dan harganya meroket.

“Waktu itu di DKI, bawang merah harganya naik dan langka. Kami mengambil inisiatif dengan PT Food Station Tjipinang Jaya, menjalin kerjasama dengan petani bawang Brebes. Alhamdulillah kami patahkan mitos harga tinggi di hari lebaran, karena pasukan terjaga. Petani bawang Brebes sejahtera, pedagang bahagia, pembeli tersenyum,” ucap Sandi. Kalau Allah mengijinkan kami akan melakukan hal yang sama, namun untuk Indonesia dengan Bulog atau pemangku kepentingan lainnya juga dengan pihak ketiga melalui public private partnership,,” terang Sandi.

Menurut Sandi, dengan menggunakan teknologi Control Atmosphere Storage (CAS), produk pertanian seperti bawang bisa disimpan selama enam sampai sembilan bulan.

“Jadi nanti jika.mendapatkan Amanat, kami akan membeli langsung produksi petani bawang Brebes. Dengan harga bawah dan harga atas, sehingga petani tidak akan lagi Nundur Bawang Tukule Utang,” tutup Sandi. (fik)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.