Calon pimpinan KPK, Nawawi Pomolango. (sumber foto : antaranews)
Rabu | 11 September 2019 | 13.53 WIB

Hallo.id, Jakarta - Komisi Hukum (III) DPR RI menggelar uji kelayakan calon pimpinan (Capim)Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang rapat Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen,Jakarta, Rabu (11/11/2019).  

Ada pun capim yang hadir pada kesempatan ini ada 5 orang,masing-masing Nawawi Pomolango,Lili Pintauli Siregar,Sigit Danang Djoyo,Nurul Gufron dan Inyo Manuara.


Dalam kesempatan itu, Capim Nawawi menyebut, bahwa kinerja KPK selama ini masih berjalan di tempat bahkan tak punya arah.

"KPK itu kewenangannya luar biasa, extraordinary, cuma kinerjanya yang saya rasa itu biasa-biasa saja. Saya ingin ada di situ. Siapa tahu saya yang merupakan hakim bisa membangun," kata Nawawi.

Untuk itu, dirinya menginginkan agar KPK bisa menjadi lembaga seperti yang diamanatkan dalam UU 30 Tahun 2002 yang meningkatkan daya guna pencegahan dan penindakan korupsi.

Lanjutnya, dirinya setuju untuk mengubah status wadah pegawai (WP) KPK agar dikategorikan sebagai aparatur sipil negara (ASN) melalui revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK).

"Saya setuju ungkapan Wakil Ketua DPR sepertinya sudah di luar dari konteks ASN. Ada pemikiran atau rencana revisi mengenai kedudukan mereka. Saya sangat setuju soal ini, dimasukkan sebagai ASN," jelas Nawawi.

Selain itu kata dia, bahwa WP KPK kerap berbeda sikap dengan keputusan politik pemerintah. Bahkan Nawawi menyebut WP KPK sebagai oposisi pemerintah.
"Sehingga (setelah revisi) tidak ada cerita wadah pegawai jadi oposisi kebijakan politik pemerintah," tega  Nawawi Pomolango, Hakim Karier yang ingin Jadikan KPK sebagai garda terdepan dalam pemberantas Korupsi. 

Nawawi adalah seorang hakim karier yang hari ini ikut dalam sesi fit and proper test di DPR RI. Dari biodata singkatnya, Nawawi  adalah putra kelahiran  28 Februari 1962  di Sulawesi Utara.  Kedua orangtuanya berasal dari Desa Boroko, Kabupaten Bolmong Utara. Nawawi  menempuh pendidikan di SD Negeri II Boroko hingga kelas 3, lalu pindah ke SD Negeri XIV Manado. Ia kemudian bersekolah di SMP Negeri 1 Manado dan SMA Negeri 1 Mandao. Selepas SMA, Nawawi melanjutkan pendidikan di Unsrat Manado dan selesai pada 1986.

Nawawi mengawali karier sebagai hakim dimulai pada 1992 di Pengadilan Negeri Soasio Tidore, Kabupaten Halmahera Tengah. Pada 1996, ia kemudian pindah tugas ke PN Tondado, Sulawesi Utara.

Ia kemudian kembali dipindahkan ke PN Balikpapan pada 2001 dan pada 2005 dimutasi ke PN Makassar. Selanjutnya pada 2010 dia berhasil menjabat sebagai Ketua PN Poso.
Kariernya Nawawi dapat dikatakan gemilang di lingkungan penegak hukum. Kariernya kian  moncer setelah dipindahtugaskan sebagai hakim di PN Jakarta Pusat dari 2011 hingga 2013. Dalam tugasnya, Nawawi menangani sejumlah kasus korupsi, salah satunya korupsi kuota impor daging sapi dengan terdakwa Ahmad Fathanah.

Jebolan SMP Negeri 1 Manado dan SMA Negeri 1 ini dipercaya jadi Wakil Ketua PN Bandung pada 2013. Jabatan selanjutnya sebagai Ketua PN Samarinda pada 2015. Sejak 2016 ia menjabat Ketua PN Jakarta Timur. Hingga pada 2017, ia menjabat sebagai hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali. Selamt, semogar sukses pak Nawawi. (Dom)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.