Tingkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Terus Genjot Infrastruktur
Kamis | 30 November 2017 | 9.7 WIB

Hallo.id, Jakarta – Sepanjang Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Indonesia mencatat banyak kemajuan di bidang ekonomi. Salah satunya adalah kenaikan peringkat dalam tingkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) dari Bank Dunia. Pada tahun 2017, peringkat Indonesia meningkat dari posisi 106 menjadi 91. Perbaikan ini terus berlanjut, hasil EoDB terbaru tahun 2018 menunjukkan Indonesia terus merangkak naik ke peringkat 72.

“Dalam dua tahun terakhir, lompatan kita (Indonesia) meningkat 34 peringkat,” ungkap Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat membuka Kompas 100 CEO Forum, Selasa (29/11/2017), di Jakarta.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Tidak berhenti sampai di situ, lanjut Jokowi, Indonesia juga status layak investasi kepada Indonesia dari tiga lembaga rating internasional yaitu Fitch Ratings, Moody's dan Standard and Poor's.

“Hal ini pertama kali sejak tahun 1997. Pertama kali selama 20 tahun,” tambah presiden.

Selanjutnya, dalam rilis United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) tentang survei prospek negara tujuan investasi 2017-2019. Indonesia bertengger di posisi ke-4. Sebelumnya Indonesia hanya menempati urutan ke-8 sebagai negara yang dinilai memiliki prospek investasi.

Melihat kondisi ini, Presiden Jokowi meminta pemerintah memanfaatkan momentum ekonomi yang sudah mulai membaik. Terlebih, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan mencapai 5,4 persen pada 2018, setelah tahun lalu berhasil direalisasikan mengalami peningkatan sebesar 5,02, sedangkan target tahun ini adalah 5,2 persen.

“Sekarang momentum ekonomi kita sudah baik. Langkah berikutnya yang harus dilakukan, hitungannya memang kompleks. Salah satunya adalah menjalankan pembangunan infrastruktur yang harus semakin gencar,” ungkap Jokowi.

Fokus pemerintah pada bidang infrastruktur tidak lain sebagai jalan guna memenuhi target pertumbuhan yang ada. Disamping pemerintah terus melakukan pemerataan pertumbuhan dan pemerataan di berbagai wilayah di Indonesia.

“Saat ini Bandara Labuhan Bajo sudah bisa melayani penerbangan langsung selepas perbaikan yang dilakukan pemerintah. Ada juga peresmian Bandara Silangit di Toba yang sudah puluhan tahun terbengkalai. Bandara Belitung juga akan disulap menjadi bandara internasional,” terang presiden.

Sementara itu, Menko Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan ekonomi Indonesia sebetulnya hanya ikut melambat sampai tahun 2015. Di tahun 2016, Indonesia berhasil keluar dari jebakan perlambatan ekonomi.

“Tahun 2017, kelihatannya percepatannya tidak besar, bisa dibilang kecil sekali. Tetapi bedanya kita dengan irama ekonomi dunia adalah kita lebih dulu berhasil membalikan arah dari perlambatan menuju percepatan,” tambahnya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak terlalu menurun diakibatkan oleh langkah pemerintah dalam mendorong pembangunan infrastruktur.

“Ada hal yang memang kita lakukan di Indonesia yang membuat dia berbeda iramanya, berbeda gerakannya dengan perekonomian dunia. Pada momen itu, kita betul-betul mendorong investasi di bidang infrastruktur,” jelas Menko Perekonomian.

Demi mendongkrak pertumbuhan yang terus membaik di masa depan, Darmin mengingatkan agar pemerintah kembali ke pakem yang tumbuh berkualitas. Dimana motor penggerakanya adalah sektor manufaktur yang memiliki produktivitas tinggi dan menyerap banyak tenaga kerja.

“Walaupun belum terlalu maksimal, kita sudah berusaha kembali ke sana paling tidak dalam beberapa tahun terakhir,” katanya. (nwi)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.