TMMIN Mobil Hybrid
Kamis | 12 Juli 2018 | 19.43 WIB

Hallo.id, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyummbang enam mobil Toyota Prius hybrid dan PHEV dan kepada enam perguruan tinggi untuk melakukan riset dan studi sebagai bagian dari upaya menggodok regulasi Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang saat ini di dengungkan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian.

Penyerahan 6 unit Toyota Prius hybrid tersebut berlangsung minggu lalu, Rabu (4/7) di hadapan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Enam perguruan tinggi yang mendapat bantuan unit tersebut masing-masing Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Udayana.

“Ini merupakan bentuk partisipasi kami membantu terlaksananya program LCEV dengan menyerahkan enam unit Prius hybrid vehicles, enam unit Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), enam unit Toyota Corolla (kendaran konvensional) data Logger, Charger dan asisteni lainnya untuk kebutuhan penelitian," ujar Warih Andang Tjahjono Presiden Direktur TMMIN di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta.

Bantuan ini diharapkan mampu memajukan industri otomotif di dalam negeri sekaligus menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang andal untuk menciptakan infrastruktur yang dibutuhkan oleh kendaraan ramah lingkungan.

“Kami berharap dukungan yang kami berikan ini dapat membantu untuk memetakan kondisi dan kebutuhan real pelanggan, kesiapan SDM, rantai pasok industri dan infrastruktur dalam mengembangkan industri elektrifikasi di Indonesia,” tambah Warih.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada kesempatan yang sama menyampaikan, keterlibatan perguruan tinggi pada studi dan riset ini tidak terlepas dari peran aktif dan partisipasi mereka dalam upaya pengembangan kendaraan bermotor listrik beserta komponennya di dalam negeri.

“Melalui riset dan studi bersama ini, kita juga cari solusi yang meliputi kenyamanan berkendara oleh para pengguna, infrastruktur pengisian energi listrik, rantai pasok dalam negeri, serta adopsi teknologi dan regulasi,” katanya. 

Studi dan riset ini akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, peneliti dari UI, ITB, UGM akan menggunakan 12 unit kendaraan listrik. Yang dipelajari adalah aspek teknikal. Mulai dari jarak tempuh, emisi, infrastruktur dan kenyamanan pelanggan. 

Tahap berikutnya, peneliti dari UNS, ITS dan Udayana juga akan melakukan rangkaian studi yang sama untuk mendapatkan data yang lebih beragam dan komprehensif. Data-data yang terkumpul akan dianalisa dan disimpulkan untuk menjadi referensi bagi Kemenperin. 

 

Sumber: Carmudi.co.id


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.