Banggakan Negara, Tangis Haru Iringi Pahlawan Olahraga Indonesia

Banggakan Negara, Tangis Haru Iringi Pahlawan Olahraga Indonesia
Banggakan Negara, Tangis Haru Iringi Pahlawan Olahraga Indonesia.
Rabu | 24 Agustus 2016 | 9.13 WIB

Hallo.id, Jakarta – Sambutan meriah didapatkan pahlawan olah raga Indonesia di arena Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Mulai dari para stakeholder olah raga nasional, keluarga, awak media sampai penggemar memenuhi Bandara Soekarno Hatta, Selasa (23/8/2016).

Prestasi atlet Indonesia di Olimpiade memang sangat dinantikan. Tak sebatas prestasi buat para atlet, tapi juga mengandung unsur gengsi negara di dalamnya. Penantian delapan tahun akan emas Olimpiade pun tuntas dibayar lunas oleh ganda campuran andalan Indonesia, Tontowi/Liliyana.

Bulu tangkis memang menjadi cabang olah raga utama penyumbang medali emas di Olimpiade untuk Indonesia. “Terima kasih untuk dukungan semua pihak yang mendukung kami, buat seluruh masyarakat Indonesia Kemenpora, PBSI, dan terutama keluarga saya yang selalu mendukung saya. Luar biasa sekali sambutan ini dan saya sangat terharu,” ucap Liliyana.

Hingga saat ini, bulu tangkis sudah menyumbangkan 19 medali sejak pertama kali meraihnya di Olimpiade 1992 Barcelona. Menyusul angkat besi dengan 10 medali serta panahan yang menjadi cabang olah raga pertama yang menyumbangkan medali Olimpiade untuk Merah Putih di Seoul, Korea Selatan 1988.

Liliyana mencatatkan diri menjadi juara dunia di tahun 2013. Mereka juga sukses mencatatkan sejarah dengan mencetak hattrick juara All England. Namun kesempatan pertama untuk meraih emas Olimpiade lepas dari tangan. Tontowi/Liliyana bahkan tak berhasil mendapatkan medali perunggu setelah kalah dalam perebutan tempat ketiga pada Olimpiade 2012 London.

Setelah menggu hampir 4 tahun lamanya kini sampa juga pada puncak olimpiade yang dihelat di Riocentro, Rio de Janeiro, Rabu (17/8/2016), mereka berhasil keluar sebagai pemenang. Tontowi/Liliyana mengalahkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, Malaysia, dengan skor 21-14, 21-12.

Di Rio de Janeiro, Indonesia pulang membawa tiga medali, yakni satu emas dan dua perak serta berada di peringkat 46 dunia. Dua perak dipersembahkan lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan di kelas 62 kg dan Sri Wahyuni di kelas 48 kg. Penyambutan ini dirasa sangat meriah jika dibandingkan dengan yang diterima Ricky Subagja, Olimpian peraih medali emas di Atlanta 1996.

“Yang pasti ini luar biasa, lebih heboh dari 1992, 1996, 2000, dan 2008. Sudah seharusnya peraih medali Olimpiade diapresiasi setinggi-tingginya. Mereka adalah tauladan generasi di masa depan,” kata Ricky yang meraih emas bersama Rexy Mainaky itu.

Kedatangan Kontingen Indonesia itu mendapatkan sambutan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Ketua Umum DPR RI Ade Komarudin, Ketua Komite Olah Raga Indonesia (KONI) Tono Suratman, Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto, Ketua Umum PB Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia Gita Wirjawan, dan sejumlah pengurus cabang olah raga lain.

Rombongan pawai peraih medali Olimpiade 2016 yang menggunakan bus tingkat atap terbuka Bandros itu dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju kantor Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Para pahlawan olah raga itu pada hari ini Rabu (23/8/2016) bakal kembali diarak menuju Istana Presiden untuk bertemu Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, di halaman kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga, kawasan Senayan, keemeriahan juga terlihat membahana menyambut sang juara Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang telah berhasil menuntaskan misi mereka untuk meraih emas Olimpiade 2016.

Ribuan pemuda dan masyarakat berbaur jadi satu dari berbagai latar bakang dan daerah berbeda di seluruh Indonesia, menyambut mereka, sambil menyuarakan patriot olahraga. Salah seorang dari masyarakat yang juga hadir di kantor Menpora mengatakan bahwa kemenangan di Olimpiade Rio bukan hanya kemenangan bagi owi dan Liliyana akan tetapi adalah kemenangan bagi seluruh bangsa indonesia.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi mengatakan, pemerintah bersyukur telah mendapat kado istimewa di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia setelah penantian delapan tahun akan kembalinya medali emas Olimpiade ke pangkuan Ibu Pertiwi. “Ini sungguh luar biasa,” kata Imam saat penjemputan.

Imam meminta agar ke depannya, seluruh olah raga olimpik harus berpikir bahwa Olimpiade adalah tujuan akhir para atlet. Tiket Olimpiade harus didapatkan dan membawa pulang medali ke Indonesia. Ditegaskan Imam, peraih medali emas mendapatkan masing-masing 5 miliar rupiah dan bebas dari potongan pajak. (one/rul)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.