Bentrok Antarwarga di Papua Barat, Satu Tewas Dan Sembilan Terluka

Bentrok Antarwarga di Papua Barat, Satu Tewas Dan Sembilan Terluka
Bentrok Antarwarga di Papua Barat, Satu Tewas Dan Sembilan Terluka.
Sabtu | 29 Oktober 2016 | 16.57 WIB

Halloapakabar, Manokrawi – Bentrok antarwarga terjadi di Manokwari, Papua Barat, Rabu (26/10) malam hingga dini hari kemarin. Dalam insiden itu, 1 orang dilaporkan tewas dan 9 lainnya luka-luka. Bentrokan dipicu keributan di sebuah warung makan warga pendatang di Jalan Yos Sudarso, Kompleks Pasar Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Warga asli Papua Barat bernama Vijay Paus-Paus dan beberapa temannya disebut-sebut belum bisa membayar nasi bungkus yang dibelinya. Adu mulut pun terjadi antara pemilik warung dengan Vijay, warga Jalan Serayu, Sanggeng. Beberapa orang yang ada di sana turut membela si pemilik warung.

Alhasil keributan pun tak bisa dihindarkan. Vijay yang disebut- sebut membuat keributan di warung makan itu dikejar sebelum akhirnya ditikam. Mendengar insiden penikaman itu, teman-teman Vijay lainnya kemudian melakukan penyerangan ke pasar.

Karena itu terjadilah bentrokan warga dengan polisi di kawasan Pasar Sanggeng, Manokwari. Bukan hanya itu, kasus penikaman yang dialami warga kompleks Jalan Serayu, Sanggeng, Manokwari, itu memicu amarah warga yang kemudian memblokade sejumlah jalan protokol di Jalan Yos Sudarso serta Jalan Trikora.

Warga juga membakar 6 motor patroli serta merusak pos polisi yang masih dalam proses pembangunan di depan Pasar Sanggeng, Manokwari. ”Untuk korban penikaman, saat ini masih dirawat di rumah sakit. Dia ditikam di bagian belakang dan tidak mengenai organ dalamnya. Dan tadi malam, saya sudah menemuinya di rumah sakit. Dia pun masih bisa berkomunikasi,” ujar Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa.

Yang jelas, kekacauan di Manokwari itu membuat beberapa orang menjadi korban, di antaranya luka tembakan yang dialami dua warga. Bahkan salah seorang danramil di jajaran Kodim 1703/ Manokwari Mayor TNI Suhargono pun menjadi korban penganiayaan dalam keributan itu. ”Ada 6 korban, 2 orang terkena tembak. Satu di antaranya meninggal atas nama Onisimus Rumayon. Namun saya yakin dia meninggal bukan karena tembakan,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda, sesuai dengan keterangan dokter medis yang memeriksa korban, benar ada luka tembak, tetapi tidak terjadi pendarahan. Selain itu tembakan tersebut tidak mengenai organ mematikan.

Kapolda pun berjanji segera menangkap pelaku penikaman Vijay Paus-paus yang menyebabkan pecahnya bentrok warga dan polisi di kawasan Pasar Sanggeng, Manokwari. ”Kami sudah dapat identitas pelaku, kami upayakan pelaku segera tertangkap,” kata Kapolda.

Sementara itu Kapolri Jenderal Tito Karnavian berjanji akan memproses dan menindak tegas pelaku penembakan dalam kerusuhan yang menewaskan 1 orang dan menyebabkan 9 luka-luka itu. Menurutnya, picu kericuhan sebetulnya sederhana. Ada asli yang makan di warung makan milik warga pendatang, tapi tidak bayar.

Satu versi menyebutkan warga Papua itu mabuk, sementara versi lain tidak. Yang jelas, akhirnya terjadi pertengkaran yang berbuntut penikaman terhadap warga Papua ini. Warga Papua yang luka ini lalu melaporkan (masalah itu) kepada teman-temannya sehingga teman-temannya marah dan kemudian melakukan penyerangan.

“Memang sempat terjadi penembakan dan dari tembakan itu satu orang meninggal dunia. Yang tertembak itu orang tuadari anggota polisi yang tinggal di rumah Kapolda,” papar Tito di Mabes Polri Jakarta.

Namun Kapolri menegaskan bahwa situasi di Manokwari saat ini sudah kondusif. Apalagi Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa sudah membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat agar semuanya bisa diselesaikan dengan cara-cara damai. (cuan/hlb)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.