Bernard Runtukahu, Pengacara Muda yang Berani Bela Hak Buruh

Bernard Runtukahu, Pengacara Muda yang Berani Bela Hak Buruh
Rabu | 14 September 2016 | 12.58 WIB

Hallo.id,Jakarta- Keinginan pengacara muda Bernard Runtukahu menjadi seorang polisi di masa muda akhirnya berubah seiring berjalannya waktu. Menengok kedua orang tuanya sebagai pembisnis dan seringkali berhadapan dengan masalah hukum, Bernard terpanggil untuk memilih menekuni dunia yang sama sekali tak sempat terpikirkan olehnya di masa remaja.

Selepas Sekolah Menengah Atas, ia memilih program studi Fakultas Hukum di Universitas Indonesia Esa Unggul. Passion besar untuk menjadi seorang pengacara datang begitu kuat. Panggilan untuk menyelesaikan kasus-kasus demi sebuah keadilan menjadi alasan yang tak pernah terpisahkan dari perjalanan karirnya sejak ia memulai bekerja di salah satu kantor pengacara senior.

Di tahun 2011, Bernard di kantor pengacara tersebut selama 4 tahun. Di sana ia banyak belajar dan menimba ilmu sampai sang mentor memberi lampu hijau mengatakan bahwa Bernard sudah siap untuk membuka kantor pengacara sendiri.

Lewat perjuangan panjang dan tekad kuat, Kantor Pengacara Fairness Lawyers akhirnya berdiri di Jl.Sukarela, Swadaya 1 No 11A, Jakarta Utara. Sampai sekarang banyak kasus yang sudah diselesaikan Bernard dengan baik. Bahkan belum lama ini, ia berhasil membela hak buruh di mana hak mereka dirampas oleh salah satu perusahaan besar di Purwakarta.

"Kasusnya sudah clear sekarang. Itu kasus yang unik di mana materi perkara ranah PHI dan bisa dibuat pidana. Sebelumnya sempat terjadi perdebatan, tapi sekarang sudah di tahap pengadilan," kata Bernard ketika ditemui di kawasan Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Untuk menyelesaikan kasus yang cukup menyulitkan itu, ia membutuhkan waktu selama 1 tahun. Bukan hal yang mudah ketika ia harus berhadapan dengan penantian dan kesabaran demi mencapai kepuasan yang tak akan tergantikan oleh apapun. Layaknya seorang pengacara yang pasti merasakan kebahagiaan ketika mereka berhadapan dengan keberhasilan.

"Ketika berhasil saya mendapatkan penemuan baru. Kita dapat ilmu baru. Ketika berhasil memecahkan sebuah kasus, itu akan menjadi kepuasan kita,"lanjut Bernard.

Meskipun diketahui pengacara merupakan sebuah profesi yang di dalamnya terdapat nilai bisnis, tetapi dalam menjalankan pekerjaannya lelaki yang hobi berenang dan balapan ini mengutamakan panggilan hati nurani.

Setiap ada klien yang datang kepadanya, ia tak langsung bermain matematika. Kelengkapan berkas dan keakuratan materi perkara menjadi hal utama sebelum melangkah ke tahap selanjutnya. Bila ia bertemu dengan klien yang benar-benar membutuhkan bantuan dan tidak memiliki biaya, dengan tangan terbuka ia akan membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

"Jangan bicara materi dulu, mempertahankan idealis tetap diperhatikan. Kelengkapan berkas kasus kita lihat, kalau sudah oke dan lengkap baru kita dealing. Kalau dari tahap awal berantakan, saya nggak mau," tegas Bernard.

Ke depannya, pengacara yang memilih berlibur bersama keluarga untuk memecah penat ini  punya target dan harapan atas karirnya. Ia ingin tetap bersikap profesional dan bisa menangani kasus korupsi.

"Kasus korupsi itu unik. Kalau ada kesempatan nanganin kasus korupsi, itu jadi tantangan buat saya. Selain itu, saya berharap tetap menjadi advokat profesional dan terus  mengasah intelektual sebagai advokat," kata Bernard.


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.