Didampingi Hamdan Zoelva, Rano Karno Ajak Masyarakat Bima Lestarikan Budaya

Didampingi Hamdan Zoelva, Rano Karno Ajak Masyarakat Bima Lestarikan Budaya
Rano Karno Apresiasi Budaya Rimpu Asal Bima di Banten.
Rabu | 14 Desember 2016 | 10.48 WIB

Hallo.id, Tangerang – Gubernur Banten Non Aktif H. Rano Karno di sambut meriah masyarakat bima saat menghadiri acara Road show kebudayaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun di Bima. Kehadiran peran si doel anak betawi ini ternyata didampingi oleh mantan Ketua Mahkama Konstitusi Hamdan Zoelva yang merupakan putera asli Bima.

Rano Karno mengungkapkan kegamumannya atas kekayaaan adat dan tradisi budaya Bima. “Atas nama Pemerintah Provinsi Banten kami menyambut bahagia dan merasa bangga bahwa Masyarakat Bima masih menjaga Budaya nya. Selamat berbudaya dan selamat memperkenalkan budaya Rimpu di Provinsi Banten.” ungkapnya saat pidato kebudayaan yang disampaikannya di depan ratusan masyarakat Bima.

Menurutnya, Budaya daerah merupakan identitas yang membedakan daerah tersebut dengan yang lain. Setiap daerah di Indonesia memiliki identitas sesuai keunikan, sifat, ciri-ciri, dan karakter. Begitu pula halnya Kota Bima.

“Untuk itu saya mengapresiasi berbagai agenda kegiatan yang dilaksanakan Forum Komunikasi Kasabua Ade (FOKKA) Jakarta. Pelestarian budaya daerah melalui kegiatan positif perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.

Diingatkannya, kepunahan tersebut disebabkan karena budaya-budaya yang ada tidak dilestarikan dan jarang ditampilkan. “Padahal, budaya yang ada merupakan kekayaan bangsa yang mampu membawa ke arah kehidupan positif dan tak kalah menariknya dengan budaya modern,” jelasnya.

Sedangkan AKBP Ruslan menilai, Rimpu merupakan budaya dalam dimensi busana pada masyarakat Bima (Dou Mbojo). Budaya rimpu telah hidup dan berkembang sejak masyarakat Bima ada. Rimpu merupakan cara berbusana yang mengandung nilai-nilai khas yang sejalan dengan kondisi daerah yang bernuansa Islam (Kesultanan atau Kerajaan Islam).

Rimpu adalah cara berbusana masyarakat Bima yang menggunakan sarung khas Bima. Rimpu ini adalah pakaian kaum perempuan, sedangkan kaum lelakinya memakai “katente” atau menggulungkan sarung di pinggang).

“Dengan diadakannya acara tersebut, tujuannya sebagai memotivasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai kebudayaan Bima. Hal ini tentunya menjadi sebuah kehormatan tersendiri bagi Masyarakat Bima di seluruh Jabodetabek karena kegitan Pagelaran “Rimpu Mbojo” merupakan Kegiatan melestarikan busana adat tradisional bima,” bebernya. (one/hlt)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.