Ditangan Jendral Ini, Tugas Berat PSSI Menanti

Ditangan Jendral Ini, Tugas Berat PSSI Menanti
Letjend TNI Edy Rahmayadi.
Jumat | 11 November 2016 | 17.43 WIB

Hallo.id, Jakarta – Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi resmi terpilih sebagai ketua umum PSSI periode 2016-2020. Sederet tugas berat pun menunggu Edy. Dia berjanji fokus pada pembinaan berjenjang. Kemenangan Edy terbilang sudah terduga sejak awal.

Pada pemilihan yang berlangsung di Ancol, Jakarta, Edy mendapatkan dukungan penuh dari voters yang tergabung dalam Kelompok 85 (K85). Edy pun menang telak dengan menuai 76 suara. Sementara Jenderal (Purn) TNI Moeldoko hanya meraih 23 suara, Edi Rumpoko 1 suara, dan 7 suara dinyatakan tidak sah.

Selepas dinyatakan sebagai ketua umum PSSI, Edy memasang target sepak bola Indonesia tampil di Olimpiade 2024. ”Ke depan, mulai dari waktu yang sangat singkat, kami akan berhadapan dengan Piala AFF, SEA Games 2017, dan Asian Games 2018. Kemudian kita dituntut pada 2022 masuk Pra-Olimpiade. Pada 2024, tuntutannya adalah U-23 harus maindiOlimpiade,” ungkap Edy di Jakarta.

Dia mengatakan, kompetisi U-15 akan diboomingkan, sehingga delapan tahun yang akan datang pemain-pemain yang berusia 23 tahun bisa berkiprah di level internasional. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) langsung memberi ucapan selamat sekaligus peringatan soal tugas berat yang sudah menanti Edy.

”Kami mengucapkan selamat kepada Pak Edy yang telah terpilih dan juga kepada Pak Moeldoko yang secara kesatria bisa menerima kekalahannya. Pak Edy tidak boleh terlalu lama bersukacita karena sejumlah pekerjaan rumah sudah sangat mendesak untuk ditangani,” ujar Deputi IV Kemenpora Gatot S Dewa Broto.

Pekerjaan rumah yang dimaksud di antaranya PSSI harus segera melakukan konsolidasi internal. Lalu ketua umum baru dan jajarannya harus mencurahkan waktunya untuk PSSI. Tentu saja hal ini membutuhkan dedikasi, integritas, dan komitmen yang sangat tinggi.

Salah satu poin utama tujuan FIFA sebagaimana disebut pada Pasal 1 butir (e) adalah untuk melawan tindakan yang berpotensi ke arah match manipulation . ”Ini concern banyak pihak dan Pak Edy dengan latar belakang militer yang dimilikinya harus segera mampu mengatasinya,” papar Gatot.

Tugas berat lain adalah menyelesaikan persoalan klasik yang selalu berulang, yakni masalah suporter. Seminggu lalu kembali jatuh korban tewas. Meski kelompok suporter lebih menjadi domain klub, mulai saat ini PSSI harus lebih perhatian. PSSI juga harus mulai memikirkan pola kepemilikan saham suporter pada klub sehingga suporter memiliki sense of belonging lebih dan tidak mudah bertindak anarkistis.

Kemenpora juga mengimbau PSSI agar proporsional dalam menjaga hubungan dengan pemerintah dan berbagai instansi terkait. Pemerintah sadar bahwa induk PSSI adalah FIFA, tetapi juga harus menyadari PSSI ini beroperasi di Indonesia. Dalam empat tahun ke depan, Edy akan dibantu dua wakilnya, yaitu Joko Driyono dan Iwan Budianto. Jokdri -sapaan akrab Jok- mendapat 78 suara, sedangkan Iwan yang juga CEO Arema Cronus meraup 73 suara.

Selain ketua umum dan wakilnya, kongres juga menetapkan 12 anggota dari total 50 bakal calon executive committee (exco ). Mereka adalah Condro Kirono, Johar Lin Eng, A S Sukawijaya, Pieter Tanuri, Yunus Nusi, Refrizal, Gusti Randa, Dick Soplanit, Very Mulyadi, Juli Arrahman, Hidayat, dan satu-satunya exco perempuan, Papat Yunisal. Sementara itu, di luar hasil kongres, sikap tidak puas ditunjukkan Bonek, suporter Persebaya Surabaya, yang sengaja datang ke kongres demi memperjuangkan agar status Persebaya dipulihkan.

Agenda memulihkan status beberapa klub, yakni Persebaya, Arema Indonesia, Persewangi Banyuwangi, dan Lampung FC, tidak jadi dilakukan setelah digelar voting 107 pemilik suara. Kongres menyepakati rencana pengembalian status Persebaya dengan tiga tim lain tersebut ditunda dan disarankan untuk diselesaikan pada kepengurusan baru. ”(Kasus) Persebaya akan segera diselesaikan. Nanti akan kami lihat mana yang benar. Yang jelas akan kami selesaikan dengan jalan yang tepat,” jelasnya. (guh/hlb)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.