Lala Elmira-ODTW: Potensi Anak Indonesia Luar Biasa, Asal Mau ‘Membangunkannya’

Lala Elmira-ODTW: Potensi Anak Indonesia Luar Biasa, Asal Mau ‘Membangunkannya’
oneday
Selasa | 6 September 2016 | 22.40 WIB

Hallo.id, Jakarta – Namanya Lala Elmira. Perempuan berusia 25 tahun yang novel ke-tiganya berjudul “Selalu Ada Tapi”, segera launching di International Indonesia Book Fair (IIBF) akhir bulan September 2016 ini.

Launching novel itu bersamaan dengan penerbitan kumpulan cerpen kedua yang ditulis oleh anak-anak yang mengikuti workshop “One Day to Write” (ODTW) yang dibinanya. Selama Mei sampai Agustus, tim ODTW yang didirikan oleh Lala dan sahabatnya, Fahsha, mengadakan workshop tour ke tujuh Sekolah Dasar (SD) terpilih di Jabodetabek.

Ini adalah workshop tour kedua mereka dan kembali mereka bekerjasama dengan Penerbit Bestari untuk acara ini. Sebelumnya, workshop “One Day to Write; Batch 1”, yang dilakukan tahun lalu telah melahirkan kumpulan cerpen pertama berjudul “Kimi dan Buku Ajaib”. Buku tersebut telah dilaunching di Islamic Book Fair dan terjual hampir 1000 eksemplar dalam waktu empat bulan saja.

Ditanya mengenai alasannya mendirikan ODTW, Lala Elmira mengungkapkan, ODTW adalah berkah Ramadan tahun lalu. Saat itu, Lala baru saja resign dari sebuah agensi periklanan. Dosen mata kuliah bahasa Inggris di Universitas Indonesia ini, akhirnya mengisi masa libur mengajarnya yang berbarengan dengan bulan Ramadan dengan menulis dan datang ke satu acara buka puasa keluarga ke acara lainnya.

Di sana, ia melihat para ponakan dan sepupunya yang masih kecil tampak tak bisa lepas dari gadget. Mereka sibuk bermain game dan media sosial melalui gadget tersebut.

“Waktu kecil, saya menanti tukang koran mengantar majalah Bobo tiap pekan. Hal pertama yang saya lakukan adalah mengecek ada berapa cerpen di edisi kali ini? Saya hemat-hemat itu baca cerpennya. Orang tua saya tak pernah membelikan saya dan adik-adik playstation,” ungkap Lala. “Itulah mengapa saya lebih senang main di luar bersama teman-teman atau menulis. Dari dulu saya selalu bermimpi dan yakin suatu saat nanti novel saya akan mejeng di salah satu rak toko buku. Hamdalah, akhirnya kejadian,” sambung Lala.

Anak-anak masa sekarang yang cenderung sulit lepas dari gadget dan membuat minat baca rendah membuatnya prihatin. Akhirnya muncullah ide untuk membuat workshop “ODTW;Batch 1”.

Berbekal pengalaman mengajarnya selama 8 tahun, Lala dan tim membuat konsep workshop penulisan fiksi yang kids friendly. Ia tahu betul anak-anak mudah sekali terdistraksi dan bosan. Oleh karena itu, ia mengemas workshop-nya menjadi aktraktif dan interaktif.

Setelah mendapat workshop, anak-anak tersebut ditantang untuk membuat cerpen dalam waktu kurang dari 2 jam saja. Sebanyak 30-35 cerpen terbaik akan diterbitkan menjadi kumpulan cerpen oleh Penerbit Bestari.

Di luar dugaan, Lala sangat bersyukur, ternyata workshop ini mendapat respons yang positif dari guru, orang tua, dan juga anak-anak yang menjadi peserta sendiri. “Suatu kebanggaan sekaligus kebahagiaan tersendiri mengetahui banyak peserta yang menjadi gemar menulis setelah mengikuti workshop ODTW,” kata Lala.

Peserta yang karyanya belum terpilih dalam kumpulan cerpen juga banyak yang menjadi semangat dan terpacu untuk menulis agar karya mereka terpilih tahun depan. Mereka tak lagi berpikir bahwa menulis itu sulit.

“Saya percaya bahwa anak Indonesia itu pintar-pintar dan memiliki banyak potensi. Buktinya dalam waktu kurang dari 2 jam mereka bisa membuat cerpen yang keren! Sayangnya, tak semuanya mau membangunkan potensi tersebut. Di sinilah saya dan tim berusaha keras untuk membangunkan potensi menulis mereka,” ucap Lala.

“Saya percaya menulis itu bukan hanya berbekal talenta. Menulis itu bagaikan belajar berenang. Makin banyak berlatih, makin lancar dan makin banyak gaya yang dapat kita coba. Kunci dari menulis itu adalah konsisten berlatih dan banyak membaca. Tak hanya membaca buku, tapi juga bacalah situasi karena inspirasi itu selalu ada di sekitar kita,” sambung Lala.

Begitu ungkap Lala, perempuan pecinta martabak ini, seraya mengakhiri perbincangannya dengan tim Halloapakabar.com. (Abu)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.