Masih Menunggu Realisasi Renovasi 70 Sekolah di Kota Bekasi

Masih Menunggu Realisasi Renovasi 70 Sekolah di Kota Bekasi
Sekolah rusak di Kota Bekasi.
Jumat | 9 Desember 2016 | 13.29 WIB

Hallo.id, Bekasi – Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Jawa Barat, mengklaim ada sekitar 70 bangunan sekolah di wilayahnya yang segera dilakukan renovasi. Sebanyak 70 bangunan itu terdiri gedung SD 40 bangunan kelas, SMP 20 bangunan dan SMA sekitar 10 bangunan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dedet Kusmayadi, mengatakan, usulan yang dilakukan Dinas Pendidikan belum ditanggapi oleh dinas terkait.

“Mudah-mudahan tahun depan sudah dianggarkan. Kami sudah mengusulkan. Kami mengusulkan ke Dinas Bangunan dan Permukiman untuk merenovasi sekitar 70 bangunan sekolah,” ujar Dedet Kusmayadi, Kamis (8/12/2016).

Menurutnya, sejak insiden ruang Laboratorium SMPN 4, Bekasijaya, roboh belum lama ini, pihaknya mengusulkan untuk penanggaran renovasi gedung sekolah yang rusak berat.

“Tapi karena APBD kita juga terbatas, banyak bangunan sekolah yang belum diperbaiki oleh Dinas Bangunan dan Permukiman,” ujarnya.

Dedet menjelaskan, berdasarkan data Dinas Bangunan dan Permukiman, renovasi sekolah rusak di tahun 2016 sudah dilakukan, sedikitnya ada tiga sekolah yang direnovasi.

Saat rapat dengan Wali Kota Bekasi, pengusulan anggaran untuk merenovasi gedung sekolah membutuhkan biaya sebesar Rp 500 miliar untuk bangunan sekolah yang rusak.

“Anggaran Rp 500 miliar ini diusulkan untuk merenovasi tidak hanya 70 bangunan kelas yang rusak tersebut. Ini keseluruhan anggaran yang dibutuhkan untuk merenovasi seluruh gedung sekolah,” ujarnya.

Tingkat kerusakan, kata dia, mulai dari kerusakan atap, tembok hingga lantai kelas. Kendati begitu, gedung atau ruang kelas yang mengalami kerusakan itu, tidak akan mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa.

“Kami telah menginstruksikan kepada kepala sekolah untuk memindahkan KBM ke ruang kelas yang masih layak agar terhindar dari insiden atap roboh,” tuturnya.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi saat ini, masih melakukan pendataan bangunan SD dan SMP yang perlu dilakukan renovasi secara menyeluruh.

“Kami hanya mendata, gedung SD dan SMP, sedangkan bangunan SMAN dan SMKN akan diambil alih Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2017 mendatang. Kami hanya fokus pada pendataan gedung SD dan SMP,” ujarnya.

Sedangkan, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengungkapkan, pemerintah daerah akan memberikan prioritas terhadap pembangunan sekolah yang rusak berat untuk mengantisipasi datang musim hujan yang disertai angin kencang.

“Kita sudah mengintruksikan Disbangkim (Dinas Bangunan dan Permukiman) untuk mendata bangunan sekolah yang rusak. Kita kerjakan secara bertahap yang menjadi skala prioritas untuk diperbaiki,” jelasnya. (den/bko)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.