Suami Diabetes Bisa Kembali Perkasa

Suami Diabetes Bisa Kembali Perkasa
Jumat | 26 Agustus 2016 | 1.58 WIB

Hallo.id, Jakarta - Banyak istri yang mengeluh suaminya terkena diabetes tidak bisa membahagiakannya di ranjang. Dan memang kadar gula penderita diabetes yang tidak terkontrol akan menyebabkan gangguan pembuluh darah yang mengalir ke Mr. P sehingga lama-kelamaan menyebabkan gangguan ereksi.

Menurut dr. Dante Saksono Harbuwono, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam, yang juga merupakan pakar metabolik endoktrin, timbulnya gangguan disfungsi ereksi pada suami penderita diabetes karena kadar gula darah yang tak terkontrol (lebih tinggi dari 144 mg/dL).

Jika dibiarkan tanpa penanganan, kadar gula darah yang tak terkontrol ini lama-kelamaan akan menyebabkan terjadinya komplikasi pada pembuluh darah. Tak terkecuali gangguan pada pembuluh darah yang mengalir ke area Mr P. Dengan kondisi seperti ini tak heran suami penderita diabetes akan mengalami masalah gangguan ereksi atau gangguan disfungsi ereksi (DE).

Ditambahkan oleh dr. Jhonny F Gosyanto, M. Kes, seksolog, DE yang menimpa pria yang menderita diabetes berawal dari pelemahan saraf tepi yang mengurangi kelenturan pembuluh darah. Karena fungsi saraf tepinya mengalami gangguan, maka setiap rangsangan yang diterima oleh saraf pusat yang seharusnya dikirim ke pembuluh darah Mr P akan terhambat. Alhasil untuk sampai ke pembuluh darah Mr P, setiap rangsangan yang dikirim akan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Jika dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan, lama-kelamaan pembuluh darah yang mengalami pengurangan kelenturan karena pengerasan tersebut akan menyebabkan terjadinya gangguan ereksi. Kalaupun terjadi ereksi, biasanya ereksi tersebut tidak bisa terjadi secara penuh atau Mr. P mengeras secara sempurna atau ereksinya hanya sebentar.

Menurut dr. Dante, jika masalah tersebut tetap berlarut-larut karena kadar gula darah yang tak terkontrol, maka suami penderita diabetes akan mengalami penurunan kemampuan ereksi hingga 10 tahun lebih tua dari usia sebenarnya. Misalnya, suami penderita diabetes berusia 40 tahun yang bermasalah dengan kadar gula darah yang tak terkontrol akan memiliki kemampuan ereksi layaknya pria berusia 50 tahun.

Berkurangnya kemampuan ereksi atau disfungsi ereksi dari  penderita diabetes ini tak selalu disebabkan oleh faktor gula darah yang tak terkontrol saja (fisik atau anatomis), tapi juga bisa dipicu oleh dua faktor lain yaitu psikis (psikologis) dan hormonal. Untuk mengetahui faktor penyebabnya, maka dilakukan pemeriksaan laboratorium dan menggunakan teknik jebakan pertanyaan nakal.

Salah satu pertanyaan yang diajukan di antaranya saat bangun tidur apakah Mr.P suami masih bisa bangun atau tidak. Jika masih bisa bangun maka gangguan disfungsi ereksi yang dialami pasangan karena faktor psikis. Pertanyaan lainnya adalah apakah suami sering melakukan masturbasi.

Jika jawabannya iya maka dokter akan menanyakan apakah ereksinya bisa bertahan lama saat melakukan masturbasi atau saat berhubungan intim dengan istri. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut maka bisa didapatkan kesimpulan mengenai masalah disfungsi ereksi yang dialami pria, apakah karena faktor fisik ataupun psikis. Foto: ist. (wid)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.