Tiga Prinsip Bernard Runtukahu Sebagai Pengacara

Tiga Prinsip Bernard Runtukahu Sebagai Pengacara
Rabu | 14 September 2016 | 13.5 WIB

Hallo.id,Jakarta- Setiap profesi yang dipilih dan ditekuni pasti memiliki tingkat kesulitan masing masing. Ketika kita memandang profesi lain merupakan profesi yang sulit, mungkin saja orang lain akan berpikiran yang sama terhadap profesi yang kita jalani.

Dalam menjalani profesi yang ada di hadapan kita, kemauan keras dan semangat pantang menyerah sebaiknya jangan ditinggalkan demi mendapatkan hasil maksimal. Begitu juga yang dilakukan pengacara muda Bernard Runtukahu dalam menjalani tugasnya.

Sebagai seorang pengacara muda, banyak tantangan yang harus dihadapi Bernard. Bentuk pengorbanan dan kerja keras menjadi teman yang tak terpisahkan Bernard dari waktunya. Tantangan pun harus dihadapi demi masa depan karir yang lebih cerah.

"Tantangannya mengasah kemandirian dan menguji kemampuan kita apakah kita mampu menangani kasus. Dan beberapa saya tangani secara mandiri, itu yang menjadi tantangannya," kata Bernard ketika ditemui beberapa waktu lalu di kawasan Jakarta Barat.

Selain kemandirian, keberanian menjadi hal selanjutnya yang harus dimiliki. Keberanian bagi seorang pengacara merupakan salah satu pondasi yang tak pernah terlepaskan dari profesinya. Tanpa keberanian dan berpikir out of the box, setiap pemecahan masalah mungkin sulit dihadapi.

"Sebagai seorang lawyer jangan takut karena kita butuh keberanian. Banyak kasus yang saya tangani dan itu tantangannya berat, tapi di sana adrenalin saya diuji dan terus meningkat," tambah Bernard.

Di samping kedua hal tersebut, ada tiga hal yang ditambahkan Bernard selama menekuni profesinya, yaitu pemikiran bersih, uji kemampuan dan idealisme.

"Harus punya pemikiran yang bersih dari hal apapun. Bersih dalam artian jangan punya pikiran buat nakut-nakutin orang dengan profesi ini. Kedua adalah menguji kemampuan kita dengan beragam kasus yang dihadapi dan ketiga adalah idealisme, apakah kita bisa menunjukkan sikap sebagai lawyer sejati," lanjut Bernard.

Meskipun tak semudah membalik telapak tangan, namun pada perjalanannya banyak godaan yang mungkin saja datang dan akhirnya mencoreng idealisme. Untuk menghadapinya, Bernard punya cara agar idealisme tetap dipertahankan.

"Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kalau kita berlandaskan Pancasila itu akan jelas dan kuat. Kalau profesionalitas sudah jelas juga, pasti akan bertahan," tandas Bernard.


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.