by

100 Pelari Kumpulkan Donasi 2.5 M, Bantu Sarana Air Bersih di NTT

Hallo.id, Jakarta – Setelah sukses dengan kegiatan Run for Equality yang pertama, Jelajah Timur – Run for Equality kembali digelar tahun ini.

Secara serentak sebanyak 100 pelari baik berhasil tempuh 86 KM pada tanggal 30 – 31 Oktober 2020. Pelari baik ini tersebar di Lampung, DKI Jakarta, Bandung, Cianjur, Yogyakarta, Denpasar, Lomok, Makassar, Sangatta, Kupang, Nagekeo, Sorong hingga Brisbane, Australia.

Mereka bersama-sama membawa misi membantu penyediaan sarana air bersih di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan disalurkan melalui Plan Indonesia. Hingga hari ini, donasi yang terkumpul di platform Kitabisa.com mencapai 2.5 Milyar, melampaui dari target awal sebesar 600 Juta.

Di NTT, rumah tangga dengan sanitasi layak berjumlah 50%, sedangkan hanya 64% rumah tangga yang memiliki akses air bersih. Maka itu, setiap rumah perlu mengambil air ke sumber air terdekat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jarak tempuh ke sumber air terdekat berkisar 1-2 jam.

Tanggung jawab mengambil air biasanya diemban oleh anak-anak. Meski demikian, pekerjaan tersebut memunculkan resiko pada anak-anak yaitu kurangnya waktu belajar dan bermain.

Berat beban air juga mengganggu pertumbuhan dan kondisi kesehatan, hingga rentannya resiko pelecehan dan kekerasan seksual selama perjalanan mengambil air.

Kebutuhan air yang mendesak ini mendorong para pelari baik untuk berkontribusi membantu. Termasuk vokalis grup band Slank, Kaka, yang menunjukkan kepedulian kepada anak-anak perempuan NTT.

Bersama istrinya, Natascha Oking, pada Sabtu (31/10), keduanya berlari sejauh 12 kilometer di Pulau Flores, NTT. Mereka berpartisipasi demi anak-anak Nagekeo. Kaka dan istrinya mengambil titik start lari dari Terminal Watujaji, Kota Bajawa, Kabupaten Ngada menuju Langa hingga finish di Kampung Adat Bena di Kecamatan Jerebuu.

“Kami ingin melihat keindahan Flores sambil olah raga dan mengumpulkan donasi untuk sesuatu yang sangat darurat yaitu pengadaan air bersih di beberapa desa di Flores. Sehingga anak-anak perempuan di sana tidak perlu berjauh-jauh lagi ambil air di saat jam belajar atau main mereka,”

“Semoga ketika sarana air bersih telah ada, anak perempuan dapat mengejar mimpi-mimpinya, bisa mengejar ketertinggalannya dan memiliki hak yang sama terkait pendidikan dan waktu bermain.” ujar Kaka.