Gubernur Jatim : Leadership Sebagai Kunci Sukses Pelayanan Publik Inovatif
Rabu | 6 Desember 2017 | 10.6 WIB

Hallo.id, Surabaya - Leadership sebagai kunci sukses pelayanan publik yang inovatif. Sebab pada dasarnya leadership sangat memengaruhi 50 persen kinerja di instansi pemerintah. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekawo saat membuka Jambore Inovasi Provinsi Jawa Timur dan Penyerahan Penghargaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Top 25 Pelayanan Publik dan Budaya Kinerja Provinsi Jawa Timur Tahun 2017, di Ballroom Hotel Santika Premier Surabaya, Selasa (5/12/2017).

Menurutnya, seorang leader yang baik harus menguasai pelayanan publik yang inovatif di instansinya masing-masing. Jika tidak menguasai, maka tidak ada kepercayaan atau trust dari bawahan terhadap inovasi pelayanan publik yang dilakukan.

Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim mengatakan, proses kepemimpinan atau leadership yang baik adalah seorang leader bersama masyarakat dan stakeholder merumuskan kebijakan dan berjalan bersama memajukan daerah dan instansinya. Masyarakat yang dipimpin ikut diajak bicara mengenai apa yang disenangi dan cocok di dalam kehidupan.

“Kunci sukses sebagai pemimpin yang baik harus belajar dari masyarakat. Pemimpin harus selalu dinamis mengikuti kepentingan-kepentingan yang dibutuhkan masyarakat. Kalau pimpinannya mau peduli, turun, dan diajak diskusi, maka inovasi pada pelayanan publik bisa jalan,” ujarnya.

Pakde Karwo  menamakannya sebagai demokrasi partisipatoris, yang merupakan budaya khas Jatim. Pemerintah memberikan kesempatan bagi seluruh stakeholder dan masyarakat untuk menyampaikan pendapat dalam menyusun pelayanan publik.

Partisipatoris, lanjutnya, merupakan cara demokrasi yang dilakukan oleh Pemprov Jatim dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.

Sebagaimana yang dituangkan dalam UU No. 23 Tahun 2014, cara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan pelayanan publik yang dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dan partisipatoris, serta pelayanan publik untuk masyarakat dan dunia usaha.

Lebih lanjut disampaikannya, di Jatim, masyarakat membuat perjanjian dengan pemerintah atau yang biasa disebut dengan citizen charter. Contohnya, pelayanan Puskesmas di Blitar biasa dibuka pada pukul 07.00 s.d. 12.00, tetapi karena masyarakatnya yang sebagian besar petani ingin pelayanannya dibuka mulai pukul 16.00 hingga 22.00. Melihat kondisi masyarakat, permintaan tersebut dikabulkan oleh bupati setempat.

“Ini bagus sekali sebab mampu memberikan warna tersendiri. Mengaplikasikan demokrasi terhadap budaya. Citizen charter menjadi kesenangan masyarakat,” imbuhnya.

Gubernur Soekarwo juga sangat mengharapkan pemimpin daerah dan instansi pemerintah melibatkan aparatur sipil negara/ASN sebagai agent of change yang dapat menciptakan terobosan-terobosan baru “One Service One Inovation”.

Artinya, setiap SKPD harus mampu menciptakan satu inovasi atau terobosan baru sebagai upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik. Di samping itu, untuk memperkuat kinerja Birokrasi diperlukan pula reformasi birokrasi khususnya di faktor IT. (nwi)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.