by

Atas Laporan Luhut Panjaitan, Said Didu Diperiksa Polisi Hingga Malam

Hallo.id, Jakarta –  Mantan Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Bareskrim Polri pada Jumat (15/5/2020) malam.

Said diperiksa selama hampir 12 jam untuk kasus dugaan pencemaran nama baik Luhut Binsar Panjaitan.

“Saya disambut baik oleh penyidik. Diperiksa hampir 12 jam dengan wajah yang segar dan tenang, menyampaikan apa adanya, karena memang analisis itu adalah harus objektif, dan diusahakan tidak ada maksud unsur ke pribadi dan ke siapa pun. Saya dengan hati menyampaikan ke penyidik dengan kooperatif, dan diselingi buka puasa,” kata Said Didu kepada wartawan sebelum meninggalkan Bareskrim, Jumat malam (15/5/2020).

Ia memaklumi panjangnya pemeriksaan. Menurutnya, pemeriksaan lama karena ia harus menjelaskan maksud pernyataannya yang dipermasalahkan Luhut.

Pernyataan yang dimaksud ialah Luhut hanya mengutamakan uang daripada penanganan virus corona. Pernyataan tersebut disampaikan Said Didu dalam sebuah wawancara dengan Hersubeno Arief.

“Saya menganggap bahwa ini kan adalah persepsi. Jadi menjelaskan persepsi berbeda dengan menjelaskan matematik. Ini kan ilmu hukum, bagi saya ilmu hukum agak baru karena saya orang eksakta (ilmu pasti)” kata Said Didu.

“Jadi persepsi-persepsi itu harus dijelaskan, apa maksud kata-kata ini, dan itu yang harus dijelaskan secara utuh, karena satu analisis itu merupakan suatu kesatuan. Yang problem adalah mungkin ada yang memotong-motong, sehingga maknanya menjadi beda,” tambah Said Didu.

Said Didu akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat 15 Mei 2020. Ia tiba di Mabes Polri sekira pukul 10.45 WIB. (sua)