by

Banyak Lockdown yang Sukses, Jokowi Seharusnya Bertanggung Jawab

Hallo.id, Jakarta – Syafril Sjofyan, Pengamat Kebijakan Publik, Aktivis Pergerakan 77-78 mengatakan, rakyat di kota Wuhan, Propinsi Hubei China kini bergembira ria setelah mereka secara ketat dan disiplin selama 3 bulan “dikunci” dirumahnya. Semua kegiatan termasuk industri angkutan jenis apapun tanpa kecuali di lockdown. Hasilnya kini tidak satupun yang positip Covid-19.

“Di Vietnam yang dekat perbatasan China malah lebih awal bisa menepuk dada. Tidak satupun warganya yang meninggal akibat Covid-19. Mereka menerapkan Lockdown,” kata Syafril dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2020).

Syafril mengungkapkan, menyusul Australia mencabut Lockdown yang membuat warganya senang memenangkan perang melawan Covid -19, memuji Pemerintahnya yang cepat tanggap. Pemerintah Australia kuatir dengan cara pemerintah Indonesia “bercanda” melawan wabah pandemic Covid-19 menarik Duta besarnya pulang ke Australia. Jurnalis Australia sering mengkritik Pemerintah Indonesia menangani Covid-19. Inggris Perdana Menteri nya yang positip Covid-19 positip dirawat selama 21 hari, dan kini telah bertugas kembali berencana melonggarkan lockdown. Selandia baru mengklaim telah memenangkan pertempuran melawan virus corona.

Sementara itu, kata dia, perdana Menteri Jacinda Ardern, pada Senin (27/4) melaporkan tidak ada penyebaran di masyarakat. Tidak Terdeteksi Penularan Di Masyarakat, Kami Buka Lockdown! Begitulah sukses story beberapa Negara .

“Kenalan baik saya. Perempuan WNI punya hubungan sebagai saudara dekat. Menikah dengan warga Inggris punya anak dua tinggal di Birmingham Inggris. Bangga dengan lockdown di kota nya. Sebulan yang lalu mengirimkan foto dan video kondisi Lockdown di Inggris ,” ujarnya.

Namun, kaget mengetahui Indonesia tidak Lockdown. Terutama daerah epicentrum Covid-19 Jakarta dan sekitarnya. Kini sudah terlanjur menyebar di 34 Provinsi, dan sekitar 200 Kota/Kabupaten di Indonesia. Penanganan wabah virus corona baru di Indonesia yang dianggap “terlambat” menuai kritikan dari media-media asing.

Kini Presiden Jokowi berharap awal Juni Covid-19 sesuai prediksi ilmuan di Singapura. Harap dibaca prediksi tersebut meneliti beberapa negara yang sukses dengan Lockdown, bukan dengan PSBB. Yang serba longgar tanpa ada sanksi/ hukuman pidana bagi pelanggarnya, hanya untuk menghindar dari tanggung jawab memberi makan warga. (tel)