by

Belva Devara Mundur, Politisi PDIP ini Pertanyakan Kualitas Stafsus Jokowi

Hallo.id, Jakarta – Adamas Belva Syah Devara mundur dari posisinya sebagai Staf Khusus (Stafsus) Prsiden Joko Widodo. Meski demikian, hal tersebut justru tak lantas menghentikan kritikan dan bisa menimbulkan pertanyaan baru bagi publik.

Belva Devara mengundurkan diri setelah perusahaan yang ia dirikan, Ruangguru, dipertanyakan keterlibatannya sebagai vendor pelaksana pelatihan online di program Kartu Prakerja.

Politikus PDIP, Muhammad Nabil Haroen menilai wajar jika publik mengkritik mundurnya Belva Devara dan mempertanyakan kualitas Stafsus Presiden.

“Stafsus milenial itu tugasnya membantu Presiden agar mendapat gagasan, aksi nyata, dan mempengaruhi kelompok muda,” kata Nabil Haroen, Rabu (22/4/2020).

Maka itu, dia melihat keberadaan Stafsus Presiden milenial itu tiada guna. Justru menunjukan kualitas minim dari yang mereka miliki.

“Tapi, karena komunikasinya kurang maksimal, terjadi kritikan di media sosial dan ruang publik, mempertanyakan kinerja mereka,” lanjutnya.

“Maka saatnya Stafsus milenial membuktikan kinerja. Stafsus milenial harus membuktikan kepada generasinya, bahwa mereka layak berada di pemerintahan,” tutupnya. (iau)