by

BNPB Cek Kondisi Banjir Jaksel dan Jakbar Meski di Tengah Pandemi Covid-19

Hallo.id, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana melakukan pengecekan di lapangan pascabanjir yang terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat pada Senin lalu (27/4/2020). Meskipun banjir berada di wilayah episenter pandemi, BNPB tetap menuju ke lokasi terdampak.

BNPB melakukan peninjauan ke lapangan dengan memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan. Ini disebabkan karena potensi bahaya virus SARS-CoV-2 yang masih merebah di wilayah Jakarta.

BACA JUGA :  Operasi Bantu Rakyat, Politisi Partai Gerindra Hadir di Utan Kayu, Jaktim

Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Jarwansah bersama BPBD DKI Jakarta menuju Kelurahan Kemang Selatan yang terdampak banjir. Sebanyak 105 KK di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat terdampak banjir yang terjadi pada Senin lalu.

View this post on Instagram

*BNPB Cek Kondisi Banjir Meski di Tengah Pandemi COVID-19* JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana melakukan pengecekan di lapangan pascabanjir yang terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat pada Senin lalu (27/4). Meskipun banjir berada di wilayah episenter pandemi, BNPB tetap menuju ke lokasi terdampak. BNPB melakukan peninjauan ke lapangan dengan memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan. Ini disebabkan karena potensi bahaya virus SARS-CoV-2 yang masih merebah di wilayah Jakarta. Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Jarwansah bersama BPBD DKI Jakarta menuju Kelurahan Kemang Selatan yang terdampak banjir. Sebanyak 105 KK di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat terdampak banjir yang terjadi pada Senin lalu. Pengecekan dan koordinasi di lapangan untuk memastikan penanganan banjir berlangsung baik. BPBD DKI Jakarta telah melakukan pemantuan dan pendataan di lapangan, sedangkan Dinas Sosial DKI Jakarta membagikan nasi boks ke warga di pos pengungsian. Masyarakat Jakarta tidak hanya menghadapi pandemi COVID – 19 tetapi bencana banjir yang masih terjadi hingga jelang akhir April 2020 ini. Hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu banjir di dua wilayah tersebut. Ketinggian air beragam 20 sampai dengan 90 cm meskipun saat ini sudah surut. Wilayah Jakarta Selatan yang terdampak genangan banjir seperti di Kelurahan Cilandak Timur dan Gandaria Selatan, sedang di Jakarta Barat berlokasi seperti di Kembangan Utara. (Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB) . . @pusatsiaranpers #siaranpers #pressreleaseindonesia #jakartabanjir2018 #jakartabanjirdesember2019 #jakartabanjirlagi #jakartabanjir2019 #jakartabanjir2017 #jakartabanjirmulu #jakartabanjir #jakartabanjirdesember2017 #jakartabanjirlagi2020 #prilaga #jakartabanjirmanusia #jakartabanjir2013 #jakartabanjirbersama #jakartabanjir2015 #jakartabanjirahoxngehek #jakartabanjirbox #jakartabanjirparah #jakartabanjir2014 #jakartabanjir4niesdimana #jakartabanjir2020

A post shared by Pusat Siaran Pers Indonesia (@pusatsiaranpers) on

Pengecekan dan koordinasi di lapangan untuk memastikan penanganan banjir berlangsung baik. BPBD DKI Jakarta telah melakukan pemantuan dan pendataan di lapangan, sedangkan Dinas Sosial DKI Jakarta membagikan nasi boks ke warga di pos pengungsian.

BACA JUGA :  Operasi Bantu Rakyat, Politisi Partai Gerindra Hadir di Utan Kayu, Jaktim
BACA JUGA :  Operasi Bantu Rakyat, Politisi Partai Gerindra Hadir di Utan Kayu, Jaktim

Masyarakat Jakarta tidak hanya menghadapi pandemi COVID – 19 tetapi bencana banjir yang masih terjadi hingga jelang akhir April 2020 ini. Hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu banjir di dua wilayah tersebut. Ketinggian air beragam 20 sampai dengan 90 cm meskipun saat ini sudah surut.

Wilayah Jakarta Selatan yang terdampak genangan banjir seperti di Kelurahan Cilandak Timur dan Gandaria Selatan, sedang di Jakarta Barat berlokasi seperti di Kembangan Utara. (bud)