by

Bukhori Yusuf Salurkan Bantuan 10 Ton Beras, untuk Wilayah Dapilnya

Hallo.id, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf menyalurkan bantuan sebanyak 10 ton beras kepada masyarakat di dapilnya Jawa Tengah I yang mengalami kesulitan akibat mewabahnya virus Corona. Mengingat, saat ini banyak masyarakat yang kekurangan bahan pangan untuk makan sehari-hari atau hanya memiliki persediaan pangannya sudah sangat menipis.

“Masyarakat membutuhkan bantuan pangan secara cepat. Meskipun pemerintah memiliki data, bantuan yang bisa mereka berikan juga terbatas dan tidak mampu memenuhi secara keseluruhan. InsyaAllah, ini adalah bantuan tahap pertama dari kami. Rencananya, jika Allah mudahkan, kami akan lanjutkan bantuan tersebut hingga tahap selanjutnya,” kata Bukhori ketika menyerahkan bantuan logistik di Jawa Tengah, Senin (20/4/2020).

Selain beras, Bukhori juga menyalurkan 1000 paket sembako dengan rincian 10 kg beras, 2 liter minyak goreng, 2 kg gula, dan 30 bungkus mie instan per paket. Distribusi bantuan logistik tersebut disalurkan secara langsung dengan memperhatikan protokol kesehatan kepada masyarakat yang terdampak secara sosial akibat virus Corona.

Ia memprediksi akan terjadi peningkatan angka penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di dapilnya. Ia mencontohkan di Salatiga, sebelum terjadi wabah Covid-19, jumlah keluarga penerima manfaat PKH berkisar 6 ribu jiwa dan terjadi lonjakan angka pada kisaran 17 ribu jiwa. Sedangkan untuk Kota Semarang diprediksi akan ada peningkatan drastis jumlah masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

“Di dapil kami sendiri, perkiraan kami akan terjadi peningkatan sebesar 3-5 kali lipat jumlah masyarakat rentan miskin. Kendati belum diperoleh angka statistik yang pasti, kami telah melakukan pemetaan bersama tim di wilayah” jelas politisi Fraksi PKS ini.

Berdasarkan basis data terpadu kesejahteraan sosial, 270 juta jiwa penduduk Indonesia ada 99 juta jiwa penduduk rentan miskin. Kemudian Bukhori menyampaikan sekitar 60 juta penduduk mengalami kesulitan untuk menyiapkan bahan pangan harian selama pandemi Covid-19, dan 40 juta warga paling serius terdampak secara sosial ekonomi yang rata-rata bekerja di sektor informal.

“Sekitar 60 juta penduduk Indonesia mengalami kesulitan untuk makan sehari-hari selama pandemi. Di samping itu, 20 persen dari jumlah tersebut ada masyarakat yang hanya memiliki persediaan bahan pangan untuk sekitar 1-4 pekan saja. Sebab itu, mereka perlu mendapat perhatian serius,” tukas Bukhori. (dpr)