by

Dua Bisnis Ini Menjadi Penyebab Banjir Kalsel, Menurut Versi Muhammadiyah

HALLO – Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah, Prof. Muhjidin Mawardi mengatakan, perkebunan dan pertambangan mempunyai andil besar dalam terjadinya banjir di Kalimantan Selatan selain disebabkan rusaknya Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Dugaan penyebabnya adalah rusaknya DAS melalui deforestasi dan degradasi lahan.”

BACA JUGA :  Bappenas Sebut Sejumlah Proyek Prioritas pada 2022, Termasuk 10 Destinasi Wisata

“Perkebunan dan tambang punya andil besar dalam hal ini,” kata Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada ini seperti dikutip dari muhammadiyah.or.id, Minggu 24 Januari 2021.

Seperti yang disampaikannya pada refleksi akhir tahun 2020 tentang lingkungan hidup di Indonesia, ia mengatakan meski beberapa data menyebutkan bahwa deforestasi berkurang, namun pada nyatanya aktivitas penebangan hutan masih terus berlangsung.

BACA JUGA :  PUPR Usulkan Fasilitas Pembiayaan Perumahan Rp23 Triliun bagi 200.000 Rumah Subsidi

Ia meneruskan, kerusakan lingkungan alam menjadi ancaman serius bagi Indonesia.

Meskipun telah dilakukan usaha meminimalkan kerusakan tersebut, dengan berbagai upaya yang dilakukan secara maksimal, namun Indonesia tidak bisa dikatakan berhasil dalam urusan penyelamatan lingkungan.

BACA JUGA :  Menparekraf Temui Kapolri, Bahas Kolaborasi Bangkitkan Dunia Parekraf

Data yang dirilis oleh Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Nasional menyebutkan, dari 3.7 juta Ha total luas lahan Provinsi Kalimantan Selatan, lebih dari 70 persen wilayahnya dikepung industri ekstraktif.