by

Freeport Merusak Ekosistem Lingkungan, Divestasi Saham Bukan Prestasi

Hallo.id, Jakarta – Wakil Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu menilai pengambilan saham PT Freeport Indonesia sejumlah 51 persen bukan sebuah prestasi yang harus dicontoh. Hal tersebut diungkapkannya dalam rapat virtual Panitia Kerja (Panja) RUU Mineral dan Batubara (Minerba) Komisi VII DPR RI dengan Komite II DPD RI, Senin (27/4/2020).

“Tadi sempat disinggung dengan mencontohkan divestasi saham PT Freeport Indonesia (FI) sebanyak 51 persen itu sebagai sebuah prestasi. Bagi saya hal itu bukan sebuah kasus yang harus dicontoh. Saya saat itu sebagai Ketua Panjanya (Panitia Kerja). Saat itu kami hanya minta mendorong, bukan mendivestasi. Karena kontrak kerja PT FI akan berakhir pada tahun 2021 nanti. Jadi sebenarnya, kita tunggu aja sampai berakhir tahun 2021 nanti, maka kita akan punya seratus persen saham PT FI tanpa harus mengeluarkan anggaran Rp 56 triliun,” ujar Gus Irawan.

Tidak hanya itu, lanjunya, PT FI dinilai telah merusak ekosistem lingkungan. Oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, kerugiannya ditaksir hingga Rp 185 triliun. Masalah lain muncul ketika Indonesia melalui PT Indonesia aluminium (Inalum) telah menguasai saham PT FI sebesar 51 persen, maka tanggung jawab perbaikan lingkungan itu akan beralih ke Inalum.

Tidak hanya itu Inalum kini juga membayar bunga global, dan sementara dividen tidak dibagi ke Inalum. “Jadi Kita tidak sepenuhnya berdaulat dengan saham 51 Persen PT Freeport tersebut,” tegas politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini. (par)