by

Hendri Satrio Tantang Budiman Sudjatmiko untuk Kritik Rezim Jokowi

Hallo.id, Jakarta – Pengamat politik Hendri Satrio menantang politisi PDIP Budiman Sudjatmiko untuk mengkritisi jalannya Pemerintahan RI di bawah Presiden Joko Widodo.

Mantan aktivis PRD itu diminta tidak memuji semua kebijakan Jokowi, tetapi juga memberikan kritik.

“Menurut mas @budimandjatmiko rezim yang saat ini Mas banggakan akan membawa Indonesia ke arah mana? Tolong kalo bisa ada jawaban kritisnya jangan muji semua. Ini saya mention juga Pak

@jokowi sehingga bisa baca juga masukan mas, terima kasih #Hensat,” tulis Hendri di akun Twitter @satriohendri.

Sebelumnya, Budiman menyangkal pendapat anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi yang membandingkan keberpihakan Pemerintahan Orde Baru dengan Pemerintahan Jokowi pada rakyat.

Di akun Twitter @budimandjatmiko, Budiman menegaskan: “Di masa Orba tak ada BPJS, Dana BOS, Otonomi, Dana Otsus, @UUDesa & presidennya tak ganti-ganti. Berminat balik ke sana? Saya sih gak mau karena saya juga ikut berkelahi melawannya..Entah bagi yang tak terlibat dalam perkelahiannya & jadi penikmat.”

Semantara Achsanul Qosasi di akun @AchsanulQosasi menulis: “Pasca Orba, UMKM itu sama dengan  Pertanian. Didiskusikan di atas meja. Dikerjakan dengan data, diolah dengan kata-kata dan disandingkan dengan fakta, untuk tujuan tahta Orba lebih berpihak, karena sejatinya tak sulit membantu mereka; permudah bahan bakunya, bantu modalnya. Selebihnya biar urusan mereka.”

@AchsanulQosasi menambahkan: “Kenapa Orba lebih berpihak? Karena dulu banyak kebijakan untuk mereka: – 20% Kredit Bank Wajib kesektor UMKM & Koperasi.  – KIK (Kredit Investasi Kecil). – KMKP (Modal Krj Permanen). – KUT (Usaha Tani). – KCK (Candak Kulak). – KKPA (Aggt Koperasi Primer). – Kupedes & Simpedes. Berjalan baik.”

Jaringan Partai Berkarya di akun @Berkarya_Info menanggapi cuitan @budimandjatmiko. Berkarya Info menyebut cuitan Budiman itu ‘halu’.

“BPJS itu arisan. Pemerintah cuma jadi panitianya. Dana Otsus? Loe pernah ke Papua? Ambyar! Gwe  hargai upayamu mengais-ngais kebanggaan masa lalu mu. Sebab, di usiamu yang kian uzur ini tak ada guratan sejarah yang kau buat. Orba tak kan mati gaya hanya gagara twetmu yang halu,” tulis @Berkarya_Info. (ten)